KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena tidak diterima di sekolah dasar (SD) negeri. Melalui program sekolah swasta gratis, pemerintah memberikan solusi bagi ribuan calon peserta didik yang belum mendapatkan kursi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkot Tangerang untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri yang setiap tahun selalu melampaui kapasitas yang tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum berhasil masuk ke SD negeri. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta untuk memberikan layanan pendidikan tanpa biaya bagi warga Kota Tangerang.
Menurut Wahyudi, jumlah pendaftar SD dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 mencapai sekitar 25 ribu calon peserta didik. Sementara itu, total daya tampung SD negeri di Kota Tangerang hanya tersedia hampir 18 ribu kursi.
Kondisi tersebut membuat ribuan calon siswa tidak dapat tertampung di sekolah negeri. Namun, Pemkot Tangerang telah menyiapkan alternatif melalui sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah gratis.
“Sehingga tidak perlu khawatir bagi masyarakat Kota Tangerang. Bagi yang pada jenjang pendidikan dasar tidak bisa masuk ke sekolah dasar negeri, bisa ke sekolah swasta yang sudah ber-MoU dengan Pemerintah Kota Tangerang,” kata Wahyudi, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, program sekolah swasta gratis dirancang untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang merata tanpa terkendala persoalan biaya. Program ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang belum mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik.
Pemkot Tangerang juga terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai kerja sama dengan lembaga pendidikan swasta. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah di wilayah Kota Tangerang.
Wahyudi menegaskan masyarakat tidak perlu meragukan kualitas pendidikan yang diberikan sekolah swasta mitra pemerintah. Menurutnya, sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Tangerang menerapkan standar penyelenggaraan pendidikan yang sama.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Tangerang bahwa untuk pendidikan di Kota Tangerang, baik negeri maupun swasta, secara prinsip memiliki kualitas yang sama dan memiliki standardisasi penyelenggaraan pendidikan yang sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk menghilangkan anggapan bahwa sekolah negeri selalu lebih unggul dibandingkan sekolah swasta. Dengan standar pendidikan yang telah ditetapkan, siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Melalui program sekolah swasta gratis ini, Pemkot Tangerang berharap tidak ada lagi anak yang terhambat mengenyam pendidikan akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pemerintah juga memastikan seluruh peserta didik tetap memiliki peluang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Keberadaan program tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Tangerang dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, setiap anak di Kota Tangerang tetap dapat melanjutkan pendidikan dasar tanpa harus terbebani biaya sekolah maupun keterbatasan kursi di sekolah negeri.***

