Serang

Status Anak Krakatau Turun, Pariwisata Anyer-Cinangka, Hotel Optimistis Wisatawan Kembali Membanjiri Pantai

×

Status Anak Krakatau Turun, Pariwisata Anyer-Cinangka, Hotel Optimistis Wisatawan Kembali Membanjiri Pantai

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengatakan Wisatawan menikmati suasana Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Penurunan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level II diharapkan mampu memulihkan kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di kawasan Anyer-Cinangka.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengatakan Wisatawan menikmati suasana Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Penurunan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level II diharapkan mampu memulihkan kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di kawasan Anyer-Cinangka.

KILAS BANTEN – Sektor pariwisata Kabupaten Serang mulai menunjukkan harapan baru setelah status Gunung Anak Krakatau resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II.

Perubahan status tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pelaku industri wisata yang dalam beberapa waktu terakhir terdampak penurunan kunjungan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik.

Pemerintah Kabupaten Serang optimistis kepercayaan wisatawan akan kembali pulih. Kawasan wisata unggulan seperti Pantai Anyer dan Cinangka diyakini tetap aman untuk dikunjungi selama masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini terus mengalami penurunan berdasarkan hasil pemantauan terbaru.

“Alhamdulillah ada kabar baik. Status Anak Gunung Krakatau sudah turun dari Level III menjadi Level II. Dari hasil pemantauan, aktivitas erupsi juga terus menurun,” kata Anas, Selasa, 22 September 2026.

Ia menjelaskan, lokasi kawasan wisata Anyer dan Cinangka berada cukup jauh dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Karena itu, destinasi wisata di sepanjang pesisir Kabupaten Serang masih berada dalam kondisi aman untuk menerima kunjungan wisatawan.

Meski demikian, peningkatan aktivitas vulkanik beberapa waktu lalu sempat memengaruhi psikologis masyarakat. Dampaknya terasa cukup besar terhadap industri perhotelan di kawasan wisata tersebut.

Menurut Anas, banyak wisatawan membatalkan rencana liburan mereka setelah muncul kekhawatiran terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tingkat pembatalan reservasi hotel bahkan mencapai angka yang cukup tinggi.

“Memang kemarin tingkat pembatalan cukup tinggi. Ada yang sekitar 50 persen, bahkan sampai 80 persen tergantung masing-masing hotel,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan pemulihan, Disporapar Kabupaten Serang telah menyiapkan berbagai strategi promosi guna mengembalikan minat wisatawan. Salah satunya melalui kegiatan cleaning beach atau aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Selain menjaga kebersihan kawasan wisata, pemerintah juga menggelar berbagai agenda promosi. Salah satunya adalah Pekan Cinangka Bahagia yang dirancang untuk menunjukkan bahwa destinasi wisata di Anyer dan Cinangka tetap layak serta aman dikunjungi.

Baca Juga  Waspada Anak Krakatau Masih Siaga, Pemerintah Minta Warga Banten dan Lampung Abaikan Hoaks Tsunami

Melalui berbagai kegiatan tersebut, pemerintah berharap persepsi positif masyarakat terhadap sektor pariwisata Kabupaten Serang kembali meningkat sehingga tingkat kunjungan wisatawan ikut terdongkrak.

Anas juga mengajak masyarakat agar tidak ragu kembali menikmati keindahan pantai di wilayah Anyer dan Cinangka.

“Ayo datang kembali ke Pantai Anyer dan Cinangka. Insya Allah aman. BPBD bersama instansi terkait juga sudah melakukan berbagai persiapan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, Disporapar memastikan seluruh program promosi wisata tetap berjalan sesuai rencana. Salah satu agenda besar yang dipersiapkan ialah program Anyer Panarukan yang menjadi kolaborasi promosi wisata lintas daerah bersama Kabupaten Situbondo.

Saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi terkait penentuan jadwal pelaksanaan agar sesuai dengan agenda kedua daerah.

“Kami sebenarnya sudah siap. Tinggal menyelaraskan waktu dengan Kabupaten Situbondo. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jadwalnya bisa segera ditetapkan,” ujar Anas.

Peluncuran resmi program itu direncanakan berlangsung di Jakarta. Kegiatan tersebut diharapkan dihadiri Bupati Serang, Bupati Situbondo, serta kementerian terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata nasional.

Setelah peluncuran, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan melalui ekspedisi awal sebagai bagian dari promosi destinasi wisata. Program Anyer Panarukan sendiri telah dirancang sebagai kerja sama jangka panjang selama lima tahun sehingga diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat promosi wisata kedua daerah.

Dengan status Gunung Anak Krakatau yang kini berada di Level II dan berbagai strategi promosi yang terus digencarkan, Pemerintah Kabupaten Serang optimistis sektor pariwisata Anyer dan Cinangka akan kembali bergairah.

Pemerintah berharap wisatawan kembali menjadikan pantai-pantai di Kabupaten Serang sebagai destinasi favorit untuk berlibur sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.***