Banten

UIN Banten Bersinar di IES Forum & Expo 2026, Inovasi Bunga Telang hingga Hidroponik Curi Perhatian Pengunjung

×

UIN Banten Bersinar di IES Forum & Expo 2026, Inovasi Bunga Telang hingga Hidroponik Curi Perhatian Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Stan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memamerkan berbagai produk hasil riset, kewirausahaan mahasiswa, dan inovasi pertanian pada ajang Indonesia Economic Sharia (IES) Forum & Expo 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Stan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memamerkan berbagai produk hasil riset, kewirausahaan mahasiswa, dan inovasi pertanian pada ajang Indonesia Economic Sharia (IES) Forum & Expo 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia inovasi dan kewirausahaan.

Kampus ini tampil di Indonesia Economic Sharia (IES) Forum & Expo 2026 dengan membawa beragam produk unggulan hasil riset dan kreativitas sivitas akademika.

Kegiatan yang digelar di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026) tersebut menjadi ajang strategis bagi UIN Banten untuk memperkenalkan hasil pengembangan akademik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Partisipasi UIN Banten dilakukan melalui Pusat Bisnis dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Berbagai produk hasil hilirisasi riset dipamerkan kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, mengatakan kampus membawa sejumlah produk unggulan yang mencerminkan pengembangan inovasi berbasis potensi lokal. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah bunga telang yang dikembangkan sebagai bahan minuman kesehatan.

Selain itu, UIN Banten juga memamerkan hasil pertanian hidroponik berupa selada dan pakcoy. Produk tersebut menjadi bukti bahwa hasil penelitian di lingkungan kampus tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Produk tersebut menjadi representasi pengembangan potensi pertanian dan pemanfaatan hasil riset kampus agar memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” ujar Prof. Muhammad Ishom.

Tidak hanya sektor pertanian, stan UIN Banten juga menghadirkan beragam produk olahan lainnya seperti keripik pisang, kopi, emping, serta berbagai produk khas yang dikembangkan melalui unit usaha kampus. Seluruh produk itu menjadi bagian dari strategi memperkuat identitas institusi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.

Baca Juga  Pemkot Tangerang Percepat Penataan Jaringan Utilitas Bawah Tanah, Penertiban Kabel Dilakukan Bertahap

Pada kesempatan yang sama, FEBI UIN Banten turut memamerkan hasil karya mahasiswa melalui program studentpreneur. Produk yang dipajang cukup beragam, mulai dari aksesori, buket bunga, pupuk, kopi, hingga produk florist yang dikembangkan langsung oleh mahasiswa.

Menurut Prof. Muhammad Ishom, kehadiran produk mahasiswa membuktikan bahwa pembelajaran kewirausahaan di kampus tidak hanya berorientasi pada teori. Mahasiswa juga didorong untuk membangun usaha sejak dini melalui praktik bisnis yang nyata.

“Kehadiran produk mahasiswa ini menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teoritis, tetapi juga diarahkan pada praktik bisnis dan penciptaan peluang usaha,” katanya.

Untuk memperkuat identitas akademiknya, UIN Banten juga menampilkan berbagai buku bertema ekonomi syariah, publikasi Pusat Bisnis, brosur program pengembangan usaha, hingga plakat kerja sama dengan sejumlah mitra internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan kemitraan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan inovasi kampus.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar yang membuka kegiatan IES Forum & Expo 2026 memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, masjid memiliki fungsi yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW.

“IES 2026 menjadi wadah para pengrajin dan pelaku usaha menampilkan produk unggulannya. Istiqlal memprakarsai konsep bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan umat dengan meneladani fungsi masjid Rasulullah SAW,” ujar Prof. Nasaruddin Umar.

Melalui keikutsertaan dalam IES Forum & Expo 2026, UIN Banten menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi hasil riset, penguatan kewirausahaan mahasiswa, serta pengembangan ekonomi syariah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***