Serang

Hotel Bintang 5 Sempat Rugi Rp2 Miliar, Kini Wisata Anyer Bangkit, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen

×

Hotel Bintang 5 Sempat Rugi Rp2 Miliar, Kini Wisata Anyer Bangkit, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengatakan Wisatawan menikmati suasana Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Penurunan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level II diharapkan mampu memulihkan kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di kawasan Anyer-Cinangka.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengatakan Wisatawan menikmati suasana Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Penurunan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level II diharapkan mampu memulihkan kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di kawasan Anyer-Cinangka.

KILAS BANTEN – Industri pariwisata di kawasan Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, menunjukkan kebangkitan yang signifikan setelah sempat terpukul akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Tingkat hunian hotel kini kembali meningkat dan mencapai 80 hingga 90 persen, menjadi capaian tertinggi sejak aktivitas vulkanik tersebut berdampak pada sektor wisata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasadya, mengatakan lonjakan okupansi menjadi indikator bahwa kepercayaan wisatawan terhadap destinasi pantai di Kabupaten Serang mulai pulih.

“Bahkan informasi yang saya dapat kemarin okupansinya hampir 80-90 persen, tertinggi pasca GAK,” kata Anas, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut Anas, peningkatan jumlah tamu hotel menjadi kabar baik setelah sebelumnya banyak pelaku usaha pariwisata menghadapi tekanan akibat gelombang pembatalan reservasi ketika Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi.

Ia mengungkapkan, kerugian yang dialami industri perhotelan saat itu cukup besar. Salah satu hotel berbintang lima di kawasan Anyer bahkan kehilangan potensi pendapatan hingga hampir Rp2 miliar.

“Bervariasi, ada salah satu hotel bintang lima kerugian hampir Rp2 miliar,” ujarnya.

Kerugian tersebut dipicu banyaknya wisatawan yang membatalkan pemesanan kamar karena khawatir terhadap dampak aktivitas vulkanik. Kondisi itu sempat membuat tingkat hunian hotel turun drastis dan memengaruhi perputaran ekonomi sektor pariwisata.

Namun, situasi kini berangsur membaik. Minat masyarakat untuk kembali berlibur ke kawasan pantai Anyer dan Cinangka terus meningkat sehingga okupansi hotel perlahan kembali ke kondisi normal.

“Sekarang alhamdulillah sudah mulai kembali normal okupansi. Mudah-mudahan wisatawan terus berkembang,” tutur Anas.

Baca Juga  Libur Sekolah Dijamin Aman, Wabup Serang Pastikan Pantai Anyer-Cinangka Tetap Kondusif Meski Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

Ia menjelaskan, pasar wisata Anyer dan Cinangka masih didominasi wisatawan asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Wilayah tersebut selama ini menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisata ke Kabupaten Serang.

Selain okupansi hotel yang terus membaik, jumlah kunjungan wisatawan juga hampir memenuhi target pemerintah daerah. Hingga akhir September 2026, total wisatawan yang datang ke Kabupaten Serang mencapai sekitar 3,5 juta orang, hanya terpaut sedikit dari target tahunan sebanyak 3,6 juta kunjungan.

“Itu sampai akhir September. Target kita 3,6 juta. Kurang sedikit lagi,” katanya.

Data tersebut merupakan akumulasi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Serang.

Untuk mempertahankan tren positif itu, Disporapar Kabupaten Serang akan mengintensifkan promosi pariwisata melalui berbagai kegiatan. Salah satu agenda yang akan digelar adalah event Anyer Panarukan yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Promosi juga akan diperluas ke sejumlah kota dengan melibatkan Kang Nong Kabupaten Serang sebagai duta wisata yang akan memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

“Karena kita nanti menyebarkan promosi ke beberapa kota. Kita akan ajak Kang Nong. Kick off-nya tanggal 10 Oktober, insyaallah,” ujar Anas.

Pemerintah Kabupaten Serang optimistis rangkaian promosi tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan hingga melampaui target yang telah ditetapkan. Selain memperkuat citra destinasi wisata Anyer dan Cinangka, peningkatan kunjungan juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi pelaku usaha hotel, restoran, serta sektor pariwisata lainnya yang sempat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.***