Menurutnya, persaingan usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga identitas merek dan kemasan yang menarik. Karena itu, pelaku UMKM harus memahami standar pasar modern agar mampu menarik perhatian konsumen.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapannya produk UMKM Kota Tangerang bisa masuk ke berbagai pasar ritel, baik di dalam maupun luar daerah. Pelaku usaha harus memahami standar kemasan, administrasi, hingga strategi pemasaran yang tepat,” ujarnya.
Selain pelatihan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan program pendampingan lanjutan. Pendampingan itu meliputi fasilitasi pendaftaran merek dagang, pembuatan barcode produk, hingga kesempatan mengikuti pameran UMKM di berbagai wilayah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Terlebih, perkembangan perdagangan digital memberikan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di seluruh Indonesia tanpa harus membuka toko fisik.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan berkonsultasi dengan pemateri. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali strategi pengembangan usaha yang lebih efektif.
Ruslan Dahlang, salah satu pelaku UMKM kuliner, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut. Ia menyebut materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk pelaku usaha. Kami belajar soal packaging, menentukan harga, distribusi, hingga pemasaran supaya produk lebih unggul dan punya daya saing,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















