Nasional

52 Pendekar Pagar Nusa Jateng Turun Kawal Muktamar NU, Gus Arief Tegaskan Sikap Netral di Tengah Perebutan Kursi PBNU

×

52 Pendekar Pagar Nusa Jateng Turun Kawal Muktamar NU, Gus Arief Tegaskan Sikap Netral di Tengah Perebutan Kursi PBNU

Sebarkan artikel ini
Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Gus Arief, meninjau 52 personel Pasukan Inti Pagar Nusa yang bertugas membantu pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Gus Arief, meninjau 52 personel Pasukan Inti Pagar Nusa yang bertugas membantu pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.

KILAS BANTEN – Sebanyak 52 anggota Pasukan Inti Pagar Nusa Jawa Tengah diterjunkan untuk membantu pengamanan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian agenda muktamar yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah, Arief Rohman atau yang akrab disapa Gus Arief, meninjau langsung para personel yang bertugas pada Sabtu (29/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada anggota yang mendapat amanah mengawal salah satu agenda terbesar Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah, saya tadi menengok pasukan inti Pagar Nusa Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 52 orang dalam rangka diperbantukan untuk pengamanan pelaksanaan Muktamar NU,” kata Gus Arief kepada wartawan.

Menurutnya, keterlibatan Pagar Nusa merupakan bentuk pengabdian kepada organisasi. Puluhan personel telah dibagi ke sejumlah titik untuk membantu menjaga keamanan selama pelaksanaan muktamar.

Ia menegaskan, tugas pengamanan tidak hanya bertujuan menciptakan situasi yang kondusif. Kehadiran Pagar Nusa juga menjadi wujud komitmen kader dalam menyukseskan forum tertinggi Nahdlatul Ulama.

“Kita sebagai bagian dari kader NU tentunya ikut ayumbagyo, istilahnya menyemarakkan Muktamar NU yang ke-35 di Jombang ini,” ujarnya.

Gus Arief menjelaskan, Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi yang mempertemukan ulama, pengurus, serta warga Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Karena itu, seluruh badan otonom dan elemen NU memiliki tanggung jawab mendukung penyelenggaraan sesuai peran masing-masing.

Di tengah dinamika pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Arief memastikan Pagar Nusa Jawa Tengah tetap menjaga independensi. Ia menegaskan organisasinya tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun karena tidak memiliki hak suara dalam forum muktamar.

“O nggak-nggak, kita nggak dukung mendukung karena kita tidak punya hak suara,” tegasnya.

Ia mengatakan Pagar Nusa menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dalam Muktamar NU. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU akan didukung sebagai keputusan resmi organisasi.

“Siapapun yang jadi ya, kalau kami karena tidak punya hak suara tentunya akan ikut yang menjadi keputusan muktamar. Kita tentunya mengikuti keputusan muktamar ini,” katanya.

Baca Juga  Suara Warga NU dalam Musyawarah Besar: Digitalisasi, Kemandirian, Ekologi, dan Toleransi Menuju Abad Kedua NU

Gus Arief berharap kepengurusan baru PBNU mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin maju dan memperkuat kontribusi organisasi bagi kemaslahatan umat, masyarakat, dan bangsa.

“Siapapun Rais Aam dan Ketua Umum yang terpilih bisa membawa NU yang lebih maju untuk kemanfaatan kemaslahatan umat,” ucapnya.

Selain memantau pengamanan, Gus Arief mengungkapkan dirinya dijadwalkan menghadiri pertemuan para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari kalangan kader NU. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman serta membahas berbagai gagasan pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.

“Selain itu kami nanti malam akan ngopi bareng, kepala daerah dan wakil kepala daerah kader NU yang berada di lokasi muktamar ini,” ungkapnya.

Menurut Gus Arief, kepala daerah yang berasal dari lingkungan NU memiliki tanggung jawab menghadirkan kebijakan pembangunan yang memberi manfaat luas kepada masyarakat sekaligus sejalan dengan semangat organisasi.

Momentum Muktamar NU ke-35 juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Blora bersama PCNU Blora untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. Dalam pameran yang digelar di arena muktamar, mereka menampilkan beras organik dan kopi santen khas Blora.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian organik yang selama ini dijalankan secara bersama.

“Seperti di Blora ini PCNU bersinergi fokus mengawal bidang ketahanan. Khususnya di Blora ini PCNU dengan Pemkab sedang fokus bagaimana pertanian organik,” jelasnya.

Produk-produk yang dipamerkan mendapat sambutan positif dari pengunjung. Beras organik bahkan habis terjual sebelum seluruh rangkaian Muktamar NU berakhir. Sementara kopi santen khas Blora juga menarik perhatian peserta dari berbagai wilayah.

“Alhamdulillah responnya laris, muktamar belum selesai beras organiknya sudah habis,” kata Gus Arief.

Ia menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Muktamar NU tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, kader NU, dan seluruh elemen organisasi diharapkan terus diperkuat agar mampu melahirkan program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat persaudaraan warga Nahdliyin.***