Situ Bulakan Tangerang Nyaris Tuntas Dinormalisasi, Kapasitas 600 Ribu Meter Kubik Siap Redam Ancaman Banjir Periuk

Kilas Banten
11 Jun 2026 16:30
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam pengendalian banjir melalui percepatan normalisasi Situ Bulakan. Proyek yang berlokasi di Kecamatan Periuk ini kini sudah mencapai sekitar 80 persen dan menjadi salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang dalam mengurangi risiko genangan di kawasan padat penduduk.

 

Normalisasi di kawasan Situ Bulakan dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama situ sebagai tampungan air sekaligus daerah resapan. Selama bertahun-tahun, kawasan ini mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang menumpuk. Kondisi tersebut membuat daya tampung air menurun drastis, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Fokus utama saat ini adalah pengerukan sedimentasi yang menjadi penyebab utama berkurangnya kapasitas situ.

 

“Normalisasi Situ Bulakan sudah berjalan sekitar satu bulan terakhir. Fokus pekerjaan saat ini adalah pengerukan lumpur untuk mengurangi sedimentasi. Sampai sekarang progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Taufik, Kamis, 11 Juni 2026.

 

Ia menegaskan, pengerukan lumpur menjadi langkah penting dalam mengembalikan fungsi ekologis situ. Tanpa pengangkatan sedimentasi, kemampuan tampung air akan terus menurun dan meningkatkan risiko banjir di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya.

 

Setelah normalisasi rampung, kapasitas tampung Situ Bulakan diproyeksikan mencapai 600 ribu meter kubik air. Angka ini menjadi peningkatan signifikan dibanding kondisi sebelumnya yang tidak lagi optimal akibat pendangkalan. Pemerintah menilai kapasitas tersebut mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan rawan genangan.

 

Tidak hanya fokus pada pengerukan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan tahapan lanjutan berupa pembangunan penurapan di sekitar bantaran situ. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur tepi dan menjaga hasil normalisasi agar bertahan dalam jangka panjang. Penurapan juga diharapkan mampu mengurangi risiko longsor di area sekitar perairan.

 

Taufik menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, pekerjaan normalisasi masih terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam hitungan hari ke depan. Pemerintah optimistis seluruh proses dapat dirampungkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, proses normalisasi masih berjalan hingga saat ini dan diperkirakan dapat dituntaskan dalam hitungan hari,” katanya.

 

Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Tangerang dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Selain meningkatkan kapasitas tampung air, program ini juga diharapkan dapat menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan yang semakin padat.

 

Masyarakat di Kecamatan Periuk menyambut positif percepatan normalisasi ini. Mereka berharap Situ Bulakan benar-benar kembali berfungsi optimal sebagai penampung air hujan dan mampu menekan potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.

 

Dengan progres yang hampir rampung, proyek ini menjadi harapan baru bagi warga Kota Tangerang. Pemerintah menargetkan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga risiko genangan dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.***