Tangerang

Pemkot Tangerang Fokus Putus Mata Rantai Stunting, Pencegahan Dimulai Sejak Masa Remaja

Pemkot Tangerang Genjot Pencegahan Sejak Remaja hingga Ibu Hamil
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak di salah satu fasilitas layanan kesehatan Kota Tangerang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai langkah pencegahan yang menyasar seluruh tahapan kehidupan. Tidak hanya menangani balita yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, pemerintah kini lebih menitikberatkan strategi agar tidak muncul kasus stunting baru di tengah masyarakat.

 

Pendekatan tersebut dilakukan secara menyeluruh mulai dari kalangan remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk menjaga kualitas kesehatan generasi mendatang.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan paradigma penanganan stunting saat ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi, kini pemerintah mengedepankan langkah preventif atau pencegahan sejak dini.

Festival Cisadane 2026 Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai, Sachrudin Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

 

“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya menyasar balita, tetapi dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga anak usia balita,” ujar dr. Dini, Jumat, 12 Juni 2026.

 

Menurutnya, stunting merupakan kondisi yang sebenarnya dapat dicegah apabila intervensi dilakukan sejak awal kehidupan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan calon ibu menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan program pencegahan.

 

Dulu Jadi Kandang Ratusan Kerbau, Kini Berdiri Masjid Raya Al-A’zhom yang Jadi Ikon Kota Tangerang dan Sejarahnya

Salah satu program yang terus diperkuat adalah pencegahan anemia pada remaja putri. Melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah, Pemerintah Kota Tangerang secara rutin memberikan edukasi terkait gizi seimbang serta membagikan tablet tambah darah kepada para siswi.

 

Program tersebut dinilai penting karena kondisi kesehatan perempuan sejak usia remaja memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan di masa depan. Anemia yang tidak ditangani sejak dini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi saat hamil dan berdampak pada tumbuh kembang anak.

 

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi seribu hari pertama kehidupan sangat menentukan. Jika sejak remaja seorang perempuan mengalami anemia, maka risiko saat kehamilan juga meningkat dan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Jalan Rusak di Kota Tangerang Kini Bisa Dilaporkan 24 Jam, Pemkot Klaim 1.024 Titik Sudah Diperbaiki

 

Selain menyasar kelompok remaja, Pemkot Tangerang juga menjalankan Program Pengantin Sehat. Melalui program ini, setiap calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.

 

Langkah tersebut bertujuan memastikan calon orang tua berada dalam kondisi kesehatan yang optimal sebelum memasuki masa kehamilan. Dengan demikian, berbagai faktor risiko yang dapat memicu stunting bisa diidentifikasi dan ditangani lebih awal.

 

Upaya pencegahan berlanjut saat masa kehamilan. Pemerintah Kota Tangerang menyediakan layanan pemeriksaan antenatal care (ANC) secara gratis minimal enam kali selama masa kehamilan. Dari jumlah tersebut, dua pemeriksaan dilengkapi dengan layanan USG gratis yang dapat diakses di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

 

Menurut dr. Dini, pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat hingga proses persalinan.

 

Setelah bayi lahir, intervensi pencegahan stunting tetap dilakukan melalui berbagai program kesehatan dasar. Pemerintah mendorong pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, melengkapi imunisasi dasar, serta melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin melalui posyandu.

 

Selain itu, anak-anak yang terdeteksi memiliki risiko kekurangan gizi juga mendapatkan pendampingan dan pemberian makanan tambahan guna mencegah gangguan pertumbuhan yang lebih serius.

 

Dinas Kesehatan Kota Tangerang menegaskan bahwa stunting tidak terjadi secara mendadak. Kondisi tersebut berkembang dalam waktu yang panjang akibat berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi hingga masalah kesehatan yang tidak terdeteksi sejak dini.

 

Karena itu, deteksi dini dan intervensi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting. Dengan pendekatan komprehensif yang dilakukan dari hulu hingga hilir, Pemkot Tangerang optimistis mampu mempertahankan tren penurunan stunting sekaligus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.***

× Advertisement
× Advertisement