Pemkot Tangerang Fokus Putus Mata Rantai Stunting, Pencegahan Dimulai Sejak Masa Remaja

Kilas Banten
12 Jun 2026 11:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai langkah pencegahan yang menyasar seluruh tahapan kehidupan. Tidak hanya menangani balita yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, pemerintah kini lebih menitikberatkan strategi agar tidak muncul kasus stunting baru di tengah masyarakat.

 

Pendekatan tersebut dilakukan secara menyeluruh mulai dari kalangan remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk menjaga kualitas kesehatan generasi mendatang.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan paradigma penanganan stunting saat ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi, kini pemerintah mengedepankan langkah preventif atau pencegahan sejak dini.

 

Baca Juga  Pemkot Tangerang Gelar Roadshow PKHP di 13 Kecamatan Siap Cetak Wirausaha Perempuan Tangguh

“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya menyasar balita, tetapi dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga anak usia balita,” ujar dr. Dini, Jumat, 12 Juni 2026.

 

Menurutnya, stunting merupakan kondisi yang sebenarnya dapat dicegah apabila intervensi dilakukan sejak awal kehidupan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan calon ibu menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan program pencegahan.

 

Salah satu program yang terus diperkuat adalah pencegahan anemia pada remaja putri. Melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah, Pemerintah Kota Tangerang secara rutin memberikan edukasi terkait gizi seimbang serta membagikan tablet tambah darah kepada para siswi.