Serang

Kasus HIV di Kota Serang Meningkat, Lakpesdam PCNU Serukan Gerakan Besar Edukasi dan Pencegahan Tanpa Stigma

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Serang, Raden Imam Abdillah, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat edukasi, pencegahan, dan pembinaan guna menekan penyebaran HIV di Kota Serang.
Ketua Lakpesdam PCNU Kota Serang, Raden Imam Abdillah, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat edukasi, pencegahan, dan pembinaan guna menekan penyebaran HIV di Kota Serang.

KILAS BANTEN – Meningkatnya temuan kasus HIV di Kota Serang menjadi perhatian berbagai pihak. Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Serang mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah edukasi, pencegahan, dan pembinaan masyarakat secara menyeluruh agar penyebaran HIV dapat ditekan.

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Serang, Raden Imam Abdillah, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami data temuan kasus HIV secara proporsional.

Menurutnya, angka yang muncul merupakan hasil pemeriksaan terhadap kelompok yang memiliki faktor risiko dan telah menjalani tes, sehingga tidak dapat dijadikan gambaran kondisi seluruh masyarakat Kota Serang.

Ia menilai informasi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Namun, masyarakat juga diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan yang dapat memunculkan keresahan maupun stigma terhadap kelompok tertentu.

Raden Imam mengatakan peningkatan temuan kasus justru menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan. Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, keluarga, hingga media massa dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya HIV dan langkah pencegahannya.

Bupati Serang Kucurkan Rp1 Miliar untuk Cetak Jawara MTQ 2027, Puluhan Calon Kaligrafer Digembleng Setahun di Lemka

Menurutnya, strategi pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan medis. Upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan pendidikan karakter, peningkatan ketahanan keluarga, serta literasi kesehatan reproduksi yang tetap selaras dengan nilai agama dan budaya yang berkembang di masyarakat.

Selain itu, pembinaan terhadap generasi muda juga harus menjadi prioritas. Edukasi sejak dini dinilai mampu meningkatkan pemahaman mengenai perilaku hidup sehat sekaligus mengurangi berbagai faktor risiko yang dapat memicu penularan HIV.

“HIV adalah persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan ilmiah, edukatif, preventif, dan humanis,” kata Raden Imam Abdillah, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan bahwa penanganan HIV harus dilakukan secara bijaksana. Semua pihak diminta menghindari sikap diskriminatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Menurutnya, setiap warga negara yang hidup dengan HIV tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan, pendampingan, serta perlakuan yang manusiawi dan bermartabat.

“Yang harus dicegah adalah faktor-faktor risiko yang menyebabkan penularan penyakit, bukan melakukan pengucilan terhadap penderitanya,” ujarnya.

Resmi Dilantik, KONI Kabupaten Serang Langsung Mulai Bidik Tiga Besar Porprov Banten 2026, 56 Cabor Siap Berburu Emas

Lebih lanjut, Raden Imam menjelaskan bahwa upaya pencegahan HIV juga harus menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pendekatan sosial, psikologis, budaya, dan spiritual perlu berjalan beriringan agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menilai penguatan fungsi keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Di sisi lain, pembinaan keagamaan di sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, hingga berbagai ruang komunitas juga perlu terus diperkuat agar nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial dapat tertanam sejak dini.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran HIV.

Edukasi yang benar akan membantu masyarakat memahami cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi kelompok yang berisiko.

Lakpesdam PCNU Kota Serang berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, organisasi keagamaan, media, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Dengan kerja sama yang kuat, upaya pencegahan HIV di Kota Serang diharapkan semakin efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Bupati Serang Ultimatum KONI Baru, Target Borong Emas di Porprov, Anggaran Atlet Siap Dibongkar Total

Di akhir pernyataannya, Raden Imam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan stigma terhadap ODHIV.

Menurutnya, sikap diskriminatif justru dapat menghambat deteksi dini, membuat penderita enggan memeriksakan diri, serta mengurangi efektivitas program pengobatan dan pendampingan.

Ia berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama menjaga Kota Serang sebagai daerah yang religius, sehat, inklusif, dan berkeadaban melalui edukasi yang benar, pencegahan yang berkesinambungan, serta kepedulian terhadap sesama tanpa diskriminasi.***

× Advertisement
× Advertisement