Cilegon

Pulau Merak Besar Bakal Jadi Pusat HUT RI ke-81, Terungkap Sejarah Perang hingga Ancaman Besar yang Mengintai

Suasana Pulau Merak Besar di Kota Cilegon yang menjadi lokasi utama peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus kawasan bersejarah di Selat Sunda dengan potensi wisata, sejarah, dan mitigasi bencana, Sabtu, 15 Agustus 2026
Suasana Pulau Merak Besar di Kota Cilegon yang menjadi lokasi utama peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus kawasan bersejarah di Selat Sunda dengan potensi wisata, sejarah, dan mitigasi bencana, Sabtu, 15 Agustus 2026

KILAS BANTEN – Penunjukan Pulau Merak Besar di Kota Cilegon sebagai pusat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 ternyata memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar lokasi upacara. Kawasan yang berada di Selat Sunda itu dipilih karena menyimpan sejarah penting perjalanan bangsa sekaligus menjadi pengingat akan ancaman bencana alam dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pegiat sejarah, peneliti, sekaligus perawat naskah kuno asal Banten, Yadi Ahyadi atau yang akrab disapa Abah Yadi, mengatakan Pulau Merak Besar merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai historis tinggi. Namun, fakta sejarah tersebut hingga kini belum banyak diketahui masyarakat.

“Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali peristiwa sejarah yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat,” kata Abah Yadi saat ditemui di Pulau Merak Besar, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, Selat Sunda pernah menjadi lokasi pertempuran besar ketika Jepang mulai memasuki wilayah Hindia Belanda pada awal 1942. Saat itu, kawasan tersebut menjadi jalur strategis bagi armada Jepang untuk menuju Pulau Jawa.

Pertempuran berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 1942. Dalam konflik tersebut, sejumlah kapal perang dan kapal selam milik Belanda bersama pasukan Sekutu, termasuk Australia, hancur akibat serangan Jepang.

Jelang HUT RI Ke-81, Warga Kota Cilegon Sampaikan Harapan Besar, Pendidikan Gratis Dipuji, Kemajuan Kota Diminta Terus Berlanjut

Hingga saat ini, bangkai beberapa kapal perang masih berada di dasar laut Selat Sunda. Sisa-sisa armada tersebut menjadi saksi bisu salah satu pertempuran penting yang pernah terjadi di perairan Indonesia.

Abah Yadi menilai sejarah tersebut perlu dikenalkan kembali kepada masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 di Pulau Merak Besar juga diisi dengan orasi budaya yang bertujuan memperluas pengetahuan publik mengenai sejarah kawasan Selat Sunda.

Ia menjelaskan, posisi Selat Sunda sangat strategis karena menjadi salah satu pintu masuk Indonesia dari arah Samudra Hindia. Pemahaman terhadap sejarah kawasan itu dinilai mampu memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu.

Selain mengangkat nilai sejarah, penyelenggaraan HUT RI juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan strategis nasional.

Menurut Abah Yadi, menjaga pertahanan wilayah bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

Gebrakan PLN Indonesia Power UBP Suralaya, Ratusan Tenaga Alih Daya Ikut Cek Kesehatan Gratis Demi Tingkatkan Produktivitas Kerja

Ia meyakini pemahaman sejarah dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah sendiri. Kesadaran tersebut akan membuat masyarakat lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Di sisi lain, Abah Yadi mengingatkan bahwa kawasan Merak berada di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Ancaman terbesar berasal dari aktivitas Gunung Krakatau yang pernah meletus dahsyat pada tahun 1883.

Letusan tersebut memicu tsunami besar yang menghancurkan kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda, termasuk wilayah Merak. Ribuan orang dilaporkan menjadi korban dalam salah satu bencana terbesar di Indonesia itu.

“Informasi seperti ini harus diketahui masyarakat agar mereka memahami bahwa kawasan ini memiliki potensi bencana,” ujarnya.

Ia menegaskan edukasi mengenai sejarah tsunami serta mitigasi bencana harus terus diperkuat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

PLN Indonesia Power Suralaya Dorong Keluarga Harmonis demi Dongkrak Produktivitas Pegawai

Tidak hanya ancaman bencana alam, perkembangan kawasan industri di sekitar Merak juga menjadi perhatian. Menurut Abah Yadi, pesatnya aktivitas industri, terutama sektor kimia, perlu diimbangi dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.

Ia menjelaskan ruang terbuka hijau memiliki peran penting sebagai penyaring alami berbagai zat yang terdapat di udara. Berkurangnya kawasan hijau akibat pembangunan dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan lingkungan dalam menjaga kualitas udara.

Karena itu, ia berharap pembangunan industri tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem melalui pelestarian ruang hijau dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Bagi Abah Yadi, peringatan HUT RI ke-81 di Pulau Merak Besar menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah perjuangan bangsa dengan tantangan masa kini. Masyarakat diajak tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman konflik, potensi bencana alam, serta dampak perkembangan industri.

Ia berharap masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Merak dapat lebih mengenal sejarah Selat Sunda, memahami kedekatannya dengan Gunung Krakatau, sekaligus memiliki kepedulian lebih besar terhadap pelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Dengan demikian, nilai sejarah dan kesadaran menghadapi risiko dapat berjalan beriringan demi menjaga kawasan strategis tersebut untuk generasi mendatang.***

× Advertisement
× Advertisement