Serang

Indeks Polusi Udara Kota Serang Menurun, DLH Sebut Kondisi Belum Sepenuhnya Aman

×

Indeks Polusi Udara Kota Serang Menurun, DLH Sebut Kondisi Belum Sepenuhnya Aman

Sebarkan artikel ini

KILAS BANTEN – Indeks pencemaran udara di Kota Serang berangsur menurun ke angka 44 setelah sebelumnya nyaris menyentuh level tidak sehat akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Meski tren polutan membaik, ancaman kualitas udara buruk masih mengintai kawasan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, membenarkan adanya penurunan tajam pada parameter polusi udara.

Sebelumnya, kualitas udara di wilayah tersebut sempat memburuk dan berada di ambang batas bahaya bagi pernapasan.

“Kemarin kita hampir mendekati 90, tepatnya 89,67. Dan itu mendekati hampir tidak sehat, meskipun masih sedang. Untuk saat ini, nilainya adalah sekitar 44,” ungkap Farach.

Kendati angka indeks menurun, parameter partikel halus PM2.5 dan ozon terpantau masih cukup dominan.

Pemkot Serang juga menolak lengah lantaran aktivitas vulkanik belum mereda secara total.

“Jadi kalau kita lihat, memang terjadi penurunan parameter, namun belum sepenuhnya bisa dikatakan baik. Tadi pagi saja BMKG menyampaikan terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau sudah tiga kali. Nah, tinggal kita melihat arah angin itu jatuhnya ke mana,” paparnya.

Baca Juga  Bupati Serang Ratu Zakiyah Kukuhkan 6.057 PPPK Paruh Waktu, Terbesar di Akhir 2025

Merespons fluktuasi kualitas udara tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup langsung merapat ke Kota Serang.

Satu unit mobil pemantau udara disiagakan di markas DLH selama satu minggu ke depan untuk memberikan data seketika yang akurat.

Keberadaan kendaraan taktis tersebut sangat krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah penanganan secara cepat.

Sebagai upaya mitigasi jangka pendek, armada Dinas Pemadam Kebakaran dan DLH juga diturunkan untuk mengguyur jalan-jalan protokol pada pukul 14.00 WIB demi menyapu sisa debu.

Upaya mitigasi lintas sektoral kini terus diperkuat dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Dinas Pendidikan.

Seluruh data pergerakan abu vulkanik akan dianalisis secara harian sebagai dasar pengambilan keputusan darurat oleh Wali Kota Serang.

Sebelumnya, pada Senin 7 September 2026, tingkat polusi PM2.5 di Kota Serang masih bertahan di indeks 66.

Kondisi berangsur membaik karena arah angin terpantau membawa partikel debu menuju Samudra Hindia dan menjauhi daratan Pulau Jawa.***