Serang

OJK Gandeng UIN Banten, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Dibekali Rahasia Kelola Uang demi Masa Depan Cerah

×

OJK Gandeng UIN Banten, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Dibekali Rahasia Kelola Uang demi Masa Depan Cerah

Sebarkan artikel ini
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom bersama jajaran OJK saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penguatan literasi keuangan yang disaksikan lebih dari 1.000 mahasiswa di Multifunction Hall UIN SMH Banten.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom bersama jajaran OJK saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penguatan literasi keuangan yang disaksikan lebih dari 1.000 mahasiswa di Multifunction Hall UIN SMH Banten.

KILAS BANTEN – Lebih dari 1.000 mahasiswa memadati Multifunction Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agenda tersebut menjadi momentum penting karena turut diwarnai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara OJK dan UIN SMH Banten sebagai langkah memperkuat budaya literasi keuangan di lingkungan kampus.

Kegiatan itu bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola keuangan secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Di tengah berkembangnya layanan keuangan digital, mahasiswa dinilai membutuhkan pemahaman yang kuat agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat sekaligus terhindar dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Annisa Mahesa, Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Eksekutif Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, serta pimpinan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Selain menghadirkan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan, kegiatan itu juga menghasilkan kerja sama resmi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut menjadi dasar kolaborasi kedua lembaga dalam memperluas program edukasi keuangan yang tidak hanya menyasar sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas.

Melalui kerja sama itu, berbagai program peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan. Sinergi antara perguruan tinggi dan regulator sektor jasa keuangan dipandang penting untuk membentuk masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan di era transformasi digital.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah memilih kampusnya sebagai lokasi penyelenggaraan edukasi literasi keuangan sekaligus menjalin kerja sama strategis.

“Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi literasi keuangan OJK di Multifunction Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” ujar Prof Ishom, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga  Satu Tahun Zakiyah–Najib, 10 Ha Kawasan Kumuh Disulap dan 4 KM Sungai di Kabupaten Serang Dinormalisasi

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi mahasiswa. Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, tanpa bekal pengetahuan yang memadai, kemudahan tersebut justru dapat menimbulkan risiko dalam pengambilan keputusan finansial.

Prof Ishom menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata. Edukasi yang diberikan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, mulai dari mengatur keuangan pribadi, memahami risiko penggunaan produk jasa keuangan, hingga menentukan pilihan finansial yang sesuai dengan kebutuhan.

Ia juga menilai peningkatan literasi keuangan memiliki peran besar dalam membentuk karakter Generasi Z yang saat ini mendominasi dunia perguruan tinggi. Mahasiswa perlu memahami pentingnya menyusun prioritas antara kebutuhan dan keinginan, mengelola pendapatan secara efektif, serta memanfaatkan layanan keuangan dengan penuh tanggung jawab.

Kemampuan tersebut akan menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun membangun kemandirian ekonomi di masa depan. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan mampu mengelola risiko keuangan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia secara bijaksana.

“Semoga edukasi yang diikuti dengan penandatanganan MoU antara OJK dengan UIN ini dapat meningkatkan literasi masyarakat, khususnya Gen Z di kalangan mahasiswa tentang keuangan,” kata Prof Ishom.

Kolaborasi antara OJK dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Melalui sinergi tersebut diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan, memahami risiko finansial, serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan.***