Tangerang

BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Bakery Gratis, Dapat Sertifikat BNSP hingga Uang Akomodasi, Kuota Hanya 16 Peserta

×

BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Bakery Gratis, Dapat Sertifikat BNSP hingga Uang Akomodasi, Kuota Hanya 16 Peserta

Sebarkan artikel ini
Peserta mengikuti praktik pembuatan roti dalam pelatihan bakery di BLK Kota Tangerang. Program gratis ini menyediakan sertifikat BNSP, uang akomodasi, dan kuota terbatas sebanyak 16 peserta.
Peserta mengikuti praktik pembuatan roti dalam pelatihan bakery di BLK Kota Tangerang. Program gratis ini menyediakan sertifikat BNSP, uang akomodasi, dan kuota terbatas sebanyak 16 peserta.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang kembali membuka peluang bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperbesar kesempatan memperoleh pekerjaan. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang, pendaftaran pelatihan bakery berbasis kompetensi resmi dibuka pada 14-23 September 2026.

Program pelatihan ini menjadi salah satu strategi Pemkot Tangerang untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Sektor bakery dipilih karena permintaan tenaga kerja di bidang makanan dan minuman atau Food and Beverage (F&B) terus meningkat, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang terampil.

Kepala BLK Kota Tangerang, Yasin Surya, mengatakan pelatihan bakery angkatan kedua tahun 2026 akan dilaksanakan selama satu bulan penuh di BLK Kecamatan Cibodas.

“Kami sudah membuka pendaftaran pelatihan bakery angkatan kedua pada tahun ini mulai hari ini, sedangkan pelatihannya sendiri direncanakan akan berlangsung di BLK Kecamatan Cibodas selama sebulan penuh, mulai 1-30 Oktober 2026 mendatang,” ujar Yasin, Selasa, 15 September 2026.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik secara langsung dengan pendampingan instruktur yang telah berpengalaman. Kurikulum disusun berbasis kompetensi agar peserta mampu menguasai teknik dasar hingga keterampilan yang dibutuhkan industri bakery modern.

Pemkot Tangerang juga memberikan berbagai fasilitas penunjang selama pelatihan berlangsung. Selain memperoleh pembelajaran tanpa biaya, peserta akan mendapatkan uang akomodasi, bimbingan dari mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti uji kompetensi yang menghasilkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat kompetensi tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta ketika melamar pekerjaan di perusahaan bakery, toko roti, hotel, restoran, maupun industri kuliner lainnya. Bagi masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri, sertifikat itu juga dapat meningkatkan kredibilitas usaha di mata calon pelanggan.

Baca Juga  Gerakan Tanam Jagung Massal Mengguncang Tangerang, Pemkot dan Polisi Turun Tangan Perkuat Ketahanan Pangan

Menurut Yasin, antusiasme masyarakat terhadap berbagai program pelatihan yang diselenggarakan BLK Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Karena itu, warga diminta segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.

“Jangan sampai ketinggalan untuk mendaftarkan diri dari sekarang karena kuota pelatihan bakery ini dibuka dengan kuota peserta yang sangat terbatas hanya 16 orang,” katanya.

Kuota yang hanya tersedia untuk 16 peserta diperkirakan membuat persaingan menjadi cukup ketat. Masyarakat yang memenuhi syarat diimbau segera mengajukan pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti pelatihan gratis tersebut.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing tenaga kerja lokal. Pemerintah berharap lulusan pelatihan mampu mengisi kebutuhan industri F&B yang terus berkembang maupun menciptakan peluang usaha baru melalui bisnis bakery.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Super Apps Tangerang LIVE. Program ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangerang sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui pelatihan bakery gratis ini, warga Kota Tangerang tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kesempatan meraih sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Bekal tersebut diharapkan mampu membuka akses kerja yang lebih luas sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di bidang kuliner yang mampu bersaing di tengah pertumbuhan industri makanan dan minuman.***