TangerangTravel

Tangerang 10K Bikin Hotel Penuh, Perputaran Uang Melesat, Okupansi Tembus 100 Persen

×

Tangerang 10K Bikin Hotel Penuh, Perputaran Uang Melesat, Okupansi Tembus 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Suasana salah satu hotel di Kota Tangerang yang dipadati tamu selama penyelenggaraan Tangerang 10K 2026. Ajang olahraga tersebut mendorong lonjakan okupansi hotel sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Suasana salah satu hotel di Kota Tangerang yang dipadati tamu selama penyelenggaraan Tangerang 10K 2026. Ajang olahraga tersebut mendorong lonjakan okupansi hotel sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

KILAS BANTEN – Gelaran Tangerang 10K 2026 tidak hanya menarik ribuan pelari dari berbagai daerah, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap sektor parhotelan dan perekonomian di Kota Tangerang. Selama penyelenggaraan ajang olahraga tersebut, tingkat hunian hotel mengalami peningkatan signifikan, bahkan beberapa hotel mencatat okupansi hingga 100 persen.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan pelaksanaan Tangerang 10K memberikan dorongan besar bagi industri pariwisata, terutama pada periode 12 hingga 13 September 2026.

“Okupansi hotel mengalami peningkatan sebesar 30 persen selama periode Tangerang 10K,” ujar Boyke pada Senin, 14 September 2026.

Berdasarkan data Disbudpar Kota Tangerang, sebanyak 1.362 kamar berhasil terisi dari total 1.741 kamar yang tersedia. Angka tersebut membuat rata-rata tingkat hunian hotel mencapai sekitar 78 persen selama dua hari pelaksanaan event.

Beberapa hotel bahkan mencatat tingkat okupansi yang nyaris sempurna. Golden Tulip Essential menjadi hotel dengan capaian tertinggi setelah seluruh kamar terisi atau mencapai 100 persen.

Di bawahnya terdapat Pakons Prime Hotel dengan okupansi 99 persen, Fikaroom sebesar 94 persen, Yellow Bee Tangerang mencapai 93 persen, serta Fave Hotel Hasyim Ashari yang membukukan tingkat hunian 87,5 persen.

Peningkatan jumlah tamu juga dirasakan sejumlah hotel lainnya. Omar Hotel mencatat okupansi 84 persen, Novotel Tangerang sebesar 81,57 persen, dprimahotel mencapai 79,11 persen, Days and Suites Hotel sebesar 77,97 persen, sedangkan Howard Johnson by Wyndham Tangerang mencatat okupansi 75 persen.

Baca Juga  DLH Kota Tangerang Gandeng Universitas Mercu Buana, Siapkan Jurus Baru Atasi Sampah dan Krisis Lingkungan

Sementara itu, Grand Serpong Hotel membukukan tingkat hunian 40 persen, sedangkan Narita Hotel mencatat okupansi 38,73 persen selama periode penyelenggaraan Tangerang 10K.

Boyke menilai tingginya tingkat hunian hotel menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga mampu menciptakan multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, peserta yang datang dari luar Kota Tangerang tidak hanya membutuhkan akomodasi, tetapi juga memanfaatkan berbagai layanan lain, mulai dari transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan hingga destinasi wisata. Aktivitas tersebut mendorong meningkatnya transaksi ekonomi yang berdampak langsung pada pelaku usaha lokal.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa event yang digelar di Kota Tangerang dapat memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata dan ekonomi. Kami berharap semakin banyak kegiatan berskala regional maupun nasional yang diselenggarakan di Kota Tangerang sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat dan pelaku usaha,” kata Boyke.

Pemerintah Kota Tangerang berharap keberhasilan Tangerang 10K menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak agenda olahraga, budaya, maupun hiburan berskala regional dan nasional. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai destinasi penyelenggara berbagai event besar sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

Lonjakan okupansi hotel selama Tangerang 10K menunjukkan bahwa sebuah event olahraga tidak hanya menghadirkan prestasi dan hiburan, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Dampaknya dirasakan oleh industri perhotelan, pelaku usaha kuliner, sektor transportasi, hingga berbagai usaha pendukung lainnya yang ikut menikmati meningkatnya aktivitas wisatawan selama acara berlangsung.***