Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi bersama jajaran Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana saat menandatangani kerja sama pengembangan program lingkungan berkelanjutan di Kota Tangerang.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mulai tancap gas memperkuat penanganan persoalan lingkungan hidup. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggandeng Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB) dalam kerja sama strategis berbasis riset dan teknologi untuk mengatasi masalah sampah hingga krisis lingkungan perkotaan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Program ini difokuskan pada pengembangan solusi lingkungan berkelanjutan di Kota Tangerang.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern. Pemerintah daerah kini mencoba menyatukan kekuatan birokrasi dengan inovasi akademik untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan kerja sama itu tidak hanya sebatas seremoni. Menurutnya, kolaborasi harus menghasilkan program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kerja sama ini akan kita lakukan selama kurang lebih tiga tahun ke depan. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita lakukan bersama, berpikir bersama dan menghasilkan karya nyata bersama antara dunia pendidikan dengan kami Pemerintah Kota Tangerang,” ujar Wawan, Rabu, 27 Mei 2026.
Wawan menilai peran perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat tata kelola lingkungan hidup. Kehadiran akademisi dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru yang lebih efektif, ilmiah, dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, DLH Kota Tangerang akan menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya penguatan Program Kampung Iklim atau ProKlim di tingkat RW. Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.
DLH Kota Tangerang juga akan memperluas program penghijauan di berbagai titik kota. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah perkotaan yang terus mengalami tekanan pembangunan.
Selain penghijauan, kerja sama juga menyasar pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman di fasilitas publik. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perawatan tanaman dan menjaga kawasan hijau tetap produktif.
Tidak berhenti di sana, DLH Kota Tangerang juga mulai membidik sektor pengelolaan sampah dan limbah industri. Pemerintah ingin memperluas edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
“Target kami tidak cuma ProKlim. Selanjutnya, kami ingin memperluas program ke bidang pengolahan sampah, sosialisasi ke masyarakat, serta mendorong industri di Kota Tangerang untuk lebih berkomitmen terhadap pengelolaan limbah,” kata Wawan.
Menurut dia, persoalan lingkungan di kota besar tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, dunia industri, hingga masyarakat.
Karena itu, DLH Kota Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain di wilayah Kota Tangerang. Pemerintah berharap semakin banyak institusi pendidikan ikut terlibat dalam penyusunan solusi lingkungan berbasis penelitian dan inovasi.
Kolaborasi antara pemerintah dan kampus ini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis teknologi diyakini dapat mempercepat penanganan persoalan sampah, pencemaran lingkungan, hingga minimnya ruang hijau di kawasan perkotaan.
Dengan dukungan riset dan inovasi dari kalangan akademisi, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan terciptanya kota yang lebih hijau, sehat, dan ramah lingkungan di masa mendatang.***