KILAS BANTEN – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melontarkan tantangan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang untuk terus meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Upaya itu dinilai penting agar manfaat dana umat dapat dirasakan lebih luas, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Dorongan tersebut disampaikan Ratu Rachmatuzakiyah saat menghadiri peringatan Milad ke-26 Baznas Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Selasa (15/9/2026).
Pada momentum itu, Baznas tidak hanya menggelar perayaan hari jadi. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang. Seluruh rangkaian acara difokuskan pada aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan serta erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bupati menegaskan potensi zakat di Kabupaten Serang masih sangat besar. Karena itu, diperlukan berbagai inovasi agar penghimpunan ZIS terus meningkat setiap tahun.
“Yang perlu ditingkatkan tentu bagaimana mengelola potensi zakat dari beberapa wilayah,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Menurutnya, keberhasilan meningkatkan penghimpunan zakat tidak bisa dilakukan Baznas sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga berbagai elemen masyarakat agar semakin banyak warga menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
Ia optimistis jumlah penghimpunan ZIS akan terus bertambah apabila sosialisasi dilakukan secara berkesinambungan dan pengelolaan dana zakat dijalankan secara transparan serta akuntabel.
“Saya yakin ke depan potensi dana zakat akan semakin besar,” katanya.
Komitmen Baznas dalam membantu masyarakat terlihat melalui berbagai program yang diluncurkan pada peringatan milad tersebut. Salah satu program yang paling menyita perhatian ialah penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau.
Baznas Kabupaten Serang menyalurkan 100 tangki air bersih. Jumlah itu merupakan bagian dari kolaborasi yang lebih besar bersama organisasi perangkat daerah (OPD), para mitra, dan PT Real Estate Indonesia. Dari hasil kerja sama tersebut, total sebanyak 247 tangki air bersih berhasil didistribusikan kepada masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih, Baznas juga menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Sebanyak 27 rumah memperoleh bantuan masing-masing senilai Rp25 juta. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak.
Bantuan sosial lainnya juga diberikan kepada guru ngaji, guru madrasah, serta masyarakat fakir miskin. Program ini menjadi bagian dari komitmen Baznas dalam memperluas manfaat zakat kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi keputusan Baznas yang memilih menjadikan peringatan hari jadinya sebagai kegiatan sosial dibandingkan sekadar seremoni.
Menurutnya, langkah tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan sejalan dengan semangat pelayanan publik.
Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat Kabupaten Serang untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Dengan penghimpunan yang semakin besar, distribusi bantuan diyakini akan lebih tepat sasaran, transparan, serta mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Serang juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang setiap tahun terjadi di sejumlah kecamatan.
Saat ini, distribusi air bersih masih menjadi solusi darurat. Namun mulai 2027, pemerintah berencana membangun 13 sumur bor sebagai sumber air permanen. Sebanyak 11 sumur akan dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sedangkan dua sumur lainnya berasal dari APBD Kabupaten Serang.
“Total 13 sumur bor untuk kurang lebih 1.000 penerima manfaat. Masih sangat kurang, tapi akan kita sesuaikan dengan anggaran sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk tambahan program sumber air bersih,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat, penghimpunan ZIS diharapkan terus meningkat. Dana tersebut tidak hanya menjadi solusi bagi warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi juga memperkuat berbagai program kemanusiaan saat bencana melanda Kabupaten Serang.***






