KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA III. Penunjukan tersebut diumumkan dalam seremoni penutupan PORSI JAWARA II yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu malam.
Kepercayaan itu menjadi tonggak awal bagi UIN SMH Banten untuk mempersiapkan penyelenggaraan salah satu agenda terbesar mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Jawa dan Madura. PORSI JAWARA selama ini menjadi ajang yang mempertemukan mahasiswa untuk berkompetisi sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di bidang olahraga, seni, dan karya ilmiah.
Prosesi penyerahan estafet dilakukan oleh Wakil Rektor III UIN Gus Dur bersama Ketua Forum Wakil Rektor III PORSI JAWARA II kepada perwakilan UIN SMH Banten. Seremoni tersebut menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan PORSI JAWARA II sekaligus dimulainya tanggung jawab UIN SMH Banten sebagai penyelenggara berikutnya.
Dalam keterangan resminya, UIN Gus Dur menegaskan bahwa penyerahan estafet memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni penutupan. Momentum itu menjadi simbol kesinambungan tradisi kompetisi antarmahasiswa PTKIN sekaligus bentuk komitmen bersama untuk terus membuka ruang pembinaan prestasi generasi muda.
“Penyerahan estafet ini menjadi simbol keberlanjutan tradisi kompetisi sekaligus komitmen bersama PTKIN untuk terus menghadirkan ruang pengembangan prestasi mahasiswa melalui PORSI JAWARA,” demikian pernyataan resmi UIN Gus Dur, Kamis, 17 September 2026.
PORSI JAWARA II sendiri diikuti oleh mahasiswa dari 18 PTKIN yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Madura. Selama penyelenggaraan, peserta tidak hanya bersaing memperebutkan medali, tetapi juga membangun jejaring, mempererat hubungan antarkampus, serta memperkuat kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Beragam cabang olahraga dipertandingkan bersama kompetisi seni dan ilmiah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong lahirnya mahasiswa yang berprestasi, kreatif, sportif, serta memiliki semangat persaudaraan yang kuat.
Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Zaenal Mustakim, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PORSI JAWARA II.
“Saya sungguh merasa sangat bahagia dan bangga dan sukses, dan semoga tuan rumah berikutnya bisa menjadi lebih sukses lagi,” ujar Zaenal.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Forum Wakil Rektor III PORSI JAWARA II, Miftahul Huda. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kerja sama pimpinan kampus, panitia, relawan, hingga seluruh pihak yang terlibat selama pelaksanaan acara.
“Terima kasih kepada UIN Gus Dur sebagai tuan rumah, rektor, dan seluruh panitia yang sudah memberikan yang terbaik dan berkontribusi dalam pelaksanaan PORSI JAWARA II,” katanya.
Pada penutupan kegiatan, panitia juga mengumumkan klasemen akhir perolehan medali. UIN Sunan Gunung Djati Bandung keluar sebagai juara umum dengan raihan 10 medali emas, lima medali perak, dan tujuh medali perunggu.
Posisi kedua ditempati UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan koleksi tujuh emas, delapan perak, dan empat perunggu. Peringkat ketiga diraih UIN Sunan Ampel Surabaya yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan lima perunggu.
Sementara itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi keempat dengan lima medali emas, tiga perak, dan enam perunggu. Adapun UIN Gus Dur Pekalongan sebagai tuan rumah menutup kompetisi di peringkat kelima setelah meraih empat emas, lima perak, dan delapan perunggu atau total 17 medali.
Dengan ditunjuknya UIN SMH Banten sebagai penyelenggara PORSI JAWARA III, kampus tersebut memiliki peluang besar menghadirkan ajang yang lebih inovatif, berkualitas, dan berdaya saing. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini diharapkan terus melahirkan talenta-talenta unggul, memperkuat pembinaan prestasi mahasiswa PTKIN, sekaligus mempererat persaudaraan mahasiswa Islam dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Madura.***






