Nasional

Ahmad Yani Basuki Kembali Pimpin PP IPHI, Dukungan Bulat Muktamar VIII Perkuat Arah Organisasi hingga 2031

×

Ahmad Yani Basuki Kembali Pimpin PP IPHI, Dukungan Bulat Muktamar VIII Perkuat Arah Organisasi hingga 2031

Sebarkan artikel ini
Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si menerima mandat sebagai Ketua Umum PP IPHI periode 2026-2031 dalam Muktamar VIII IPHI di Jakarta.
Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si menerima mandat sebagai Ketua Umum PP IPHI periode 2026-2031 dalam Muktamar VIII IPHI di Jakarta.

KILAS BANTEN – Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si kembali memperoleh kepercayaan untuk memimpin Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) periode 2026-2031. Keputusan tersebut diambil secara bulat dalam Muktamar VIII IPHI setelah seluruh peserta yang memiliki hak suara menyatakan dukungan terhadap pencalonannya.

Penetapan berlangsung dalam sidang yang dipimpin Hj. Nurhasanah. Forum tersebut diikuti perwakilan dari 23 Pengurus Wilayah (PW) dan 47 Pengurus Daerah (PD) yang hadir dengan mandat resmi. Kesepakatan tanpa penolakan itu menjadi bukti kuat soliditas organisasi sekaligus mempertegas legitimasi kepemimpinan Ahmad Yani untuk lima tahun mendatang.

Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum, Ahmad Yani memaparkan visi dan misi yang akan menjadi arah kebijakan organisasi. Ia menegaskan bahwa penguatan konsolidasi internal menjadi prioritas utama agar seluruh program IPHI dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat bagi umat.

Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, IPHI akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga guna menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.

“Berbarengan itu juga akan merespon harapan Kepala BRIN Prof Arif Satria yang memberikan keynote speech, untuk berkolaborasi melakukan penguatan jaringan energi dan air,” ujar Ahmad Yani, Minggu, 20 September 2026.

Selain memperkuat organisasi, Ahmad Yani menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyebut pembinaan petugas haji, peningkatan pelayanan keberangkatan jamaah, hingga pembinaan alumni haji menjadi perhatian penting agar nilai kemabruran tetap terjaga dan memberikan manfaat luas di tengah masyarakat.

Muktamar VIII juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah pembukaan bandara baru sebagai embarkasi haji penuh di beberapa daerah. Usulan tersebut dinilai dapat memangkas biaya perjalanan sekaligus mengurangi beban fisik jamaah yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang menuju embarkasi utama.

Baca Juga  Solid! 22 Pimpinan Relawan Andra-Dimyati Siapkan Strategi Jitu untuk Menang di Pilgub Banten 2024

Ketua PW IPHI Banten, H. Makmun Sya’roni, mengapresiasi pelaksanaan muktamar yang berlangsung dengan suasana penuh persaudaraan. Ia menilai seluruh peserta mampu menjaga kekompakan sehingga setiap keputusan penting dapat diambil melalui semangat kebersamaan.

Menurutnya, IPHI harus terus menjadi organisasi yang mengedepankan dakwah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membina para alumni haji agar mampu mempertahankan kemabruran sepanjang hayat.

Muktamar VIII IPHI diselenggarakan di Hotel Maxone, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri 23 pengurus wilayah, 47 pengurus daerah, Dewan Pembina, Dewan Pengarah, tamu undangan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Sebelum sidang utama dimulai, peserta mengikuti agenda silaturahmi bersama unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi Islam lainnya.

Perwakilan Bangka Belitung, Andi Kusuma, menyampaikan bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi salah satu kekuatan IPHI selama bertahun-tahun.

“Kami dari Bangka Belitung mengikuti terus perkembangan IPHI 20 tahun lalu. Ternyata pertaliannya atau sanadnya nyambung terus, sehingga inilah kepemimpinan organisasi IPHI yang terjaga. Meski ada dinamika, kami tetap solid dan berharap IPHI menjadi rumah besar persaudaraan haji,” katanya.

Dalam agenda yang sama, Ahmad Yani Basuki juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Formatur. Ia akan bekerja bersama Abidinsyah Siregar, Thobroni Harun dari Lampung, Muhammad Haris dari Jawa Tengah, serta Anwar Pua Geno dari Nusa Tenggara Timur untuk menyusun kepengurusan PP IPHI periode 2026-2031.

Dengan dukungan penuh dari seluruh peserta muktamar, kepemimpinan Ahmad Yani dinilai memiliki landasan organisasi yang kuat. Hasil Muktamar VIII diharapkan menjadi momentum bagi IPHI untuk semakin memperkuat perannya dalam membina jamaah dan alumni haji, sekaligus memperluas kontribusi organisasi bagi pembangunan bangsa melalui berbagai program kemasyarakatan yang berkelanjutan.***