Serang

200 UMKM Berebut Tiket Naik Kelas, Pemkab Serang Siapkan Pendampingan Menuju Pasar Nasional hingga Ekspor

×

200 UMKM Berebut Tiket Naik Kelas, Pemkab Serang Siapkan Pendampingan Menuju Pasar Nasional hingga Ekspor

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyapa peserta Program Inkubasi Wirausaha 2026 yang diikuti 200 pelaku UMKM dari 29 kecamatan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan daya saing produk lokal menuju pasar nasional hingga ekspor.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyapa peserta Program Inkubasi Wirausaha 2026 yang diikuti 200 pelaku UMKM dari 29 kecamatan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan daya saing produk lokal menuju pasar nasional hingga ekspor.

KILAS BANTEN – Sebanyak 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bersaing memperebutkan kesempatan mengikuti Program Inkubasi Wirausaha Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang.

Program tersebut diproyeksikan menjadi pintu bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas bisnis, memperluas pasar, hingga membuka peluang menembus pasar nasional dan ekspor.

Seleksi dan wawancara berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Rumah Berdaya Cilegon (RBC).

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas hadir mewakili Bupati Serang untuk memberikan semangat kepada para peserta.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat.

Menurut Najib, seluruh peserta harus melalui tahapan kurasi yang cukup ketat. Tim penilai memeriksa berbagai aspek usaha, mulai dari mutu produk, tingkat penjualan, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan bisnis pada masa mendatang.

“Setelah proses seleksi, peserta yang lolos akan mengikuti pendampingan selama tiga bulan. Materinya meliputi pengemasan produk, pemasaran, penguatan kelembagaan usaha, pendampingan sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga berbagai aspek legalitas lainnya,” kata Najib, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan mayoritas peserta merupakan pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis lebih dari satu tahun. Karena itu, fokus program bukan lagi membangun usaha dari awal, melainkan meningkatkan kualitas agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Najib mengatakan setiap peserta diwajibkan membawa portofolio usaha beserta produk unggulan untuk dinilai oleh tim kurator. Penilaian dilakukan secara menyeluruh agar peserta yang lolos benar-benar memiliki kesiapan untuk berkembang.

Pemerintah Kabupaten Serang, lanjutnya, akan memprioritaskan penguatan pasar lokal sebagai tahap awal. Setelah itu, produk yang dinilai memiliki daya saing tinggi akan didampingi agar mampu memasuki pasar nasional bahkan menembus pasar internasional.

Selain peningkatan kualitas produk, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai produk khas Kabupaten Serang memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai tambah di pasar.

“Harapannya setiap tahun ada UMKM yang berhasil naik kelas sehingga mampu memperluas pasar sesuai potensi produknya,” ujar Najib.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Serang Pasang Target PAD 2026 Naik, Pajak Daerah dan Tambang Jadi Andalan

Program inkubasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 500 Tahun Kabupaten Serang. Pemerintah menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat mengungkapkan seleksi tahun ini diikuti pelaku UMKM dari 29 kecamatan. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program pembinaan yang disiapkan pemerintah daerah.

Adang menjelaskan terdapat tiga kategori utama dalam seleksi, yakni kuliner, kerajinan tangan, dan fashion. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan Kabupaten Serang.

“Pada kategori kuliner, berbagai produk seperti ciput, roti, keripik, hingga minuman olahan menjadi andalan para peserta,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah produk tersebut telah memiliki kualitas produksi yang cukup baik dan berpeluang memperluas pangsa pasar apabila mendapat pendampingan secara berkelanjutan.

Untuk kategori kerajinan tangan, salah satu produk yang menarik perhatian adalah anyaman berbahan limbah kertas hasil kolaborasi dengan PT Indah Kiat. Produk ramah lingkungan tersebut telah beberapa kali dipamerkan dan memperoleh respons positif dari masyarakat.

Di sektor fashion, batu bros hasil karya pelaku UMKM Kecamatan Kramatwatu juga menjadi salah satu produk unggulan. Adang menyebut aksesori tersebut banyak diminati, termasuk oleh kalangan pejabat ketika dipamerkan dalam berbagai kegiatan.

“Pemerintah Kabupaten Serang juga terus memperkenalkan batik khas daerah yang memiliki 12 motif sebagai identitas budaya lokal. Meskipun pilihan warna dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen, motif khas tetap dipertahankan sebagai ciri utama batik Kabupaten Serang,” katanya.

Selain itu, Adang menyoroti potensi produk khas Serang Utara, seperti bontot dan keripik tike. Kedua makanan tradisional tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena selalu mendapat sambutan positif setiap kali dipamerkan.

Ia berharap seluruh rangkaian seleksi dan pendampingan mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas, legalitas usaha yang lengkap, strategi pemasaran yang lebih kuat, serta daya saing tinggi sehingga mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Serang di tingkat nasional bahkan pasar ekspor.***