Mahasiswa UIN SMH Banten antusias mengikuti Seminar Jurnalistik HES Festival 2025 di Aula Fakultas Syariah, Kamis, 6 November 2025KILAS BANTEN – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar HES Festival 2025 pada Kamis, 6 November 2025.
Mengusung tema “Mengukir Prestasi dengan Menjalin Sinergi yang Kompetitif,” kegiatan tahunan ini bertujuan menumbuhkan semangat kolaborasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa.
Ketua HMPS HES, Adithya Dzakwan, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap rangkaian acara. Ia berharap HES Festival menjadi ruang pembelajaran lintas bidang.
“Mahasiswa HES harus punya wawasan luas, tidak hanya soal hukum ekonomi syariah, tapi juga jurnalistik dan teknologi informasi,” ujar Adithya.
Festival tahun ini menampilkan beragam kegiatan menarik: mulai dari Seminar Jurnalistik, kompetisi antar mahasiswa, konser musik, hingga bazar kreatif. Semua dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memperkuat semangat kebersamaan.
Sinergi dan Kolaborasi di Era Digital
HES Festival bukan sekadar agenda rutin kampus. Acara ini menjadi wadah pengembangan karakter mahasiswa agar siap menghadapi tantangan era digital.
Melalui seminar dan lomba, mahasiswa diajak memahami pentingnya sinergi, inovasi, dan literasi digital.
Ketua Panitia, Daffa Revaldo Tanjung, menyebut HES Festival sebagai momentum untuk memperkuat eksistensi mahasiswa UIN Banten di ranah akademik dan sosial.
“Acara ini jadi bukti bahwa mahasiswa bisa aktif berkontribusi dalam menjawab isu-isu digital, seperti hoaks dan keamanan siber,” ujar Daffa.
Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya disinformasi dan deepfake, dua fenomena yang kini mendominasi ruang digital.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata masyarakat. Kolaborasi dan literasi digital jadi kunci,” tambahnya.
Seminar Jurnalistik: Tantangan Deepfake dan Disinformasi
Salah satu agenda paling dinanti dalam HES Festival 2025 adalah Seminar Jurnalistik bertema “Deepfake dan Disinformasi: Tantangan Media dalam Memverifikasi Fakta.”
Topik ini dinilai sangat relevan di tengah gempuran informasi palsu dan kemajuan kecerdasan buatan (AI).
Narasumber utama, Taufik Hidayat, S.H., M.H., Editor Media Distriknews.com, menjelaskan bahwa teknologi AI membawa dampak ganda bagi dunia informasi.
“Deepfake menjadi pedang bermata dua. Teknologi ini bisa menciptakan hiburan, tapi juga mengancam keamanan dan privasi digital,” ujar Taufik.
Ia mengingatkan, sejak muncul pada 2017, deepfake sering disalahgunakan untuk menyebar disinformasi, merusak reputasi publik, bahkan memicu kejahatan siber.
“Media massa kini berada di garis depan. Cek fakta yang ketat dan teknologi deteksi AI harus menjadi benteng pertama melawan hoaks,” tegasnya.
Suara Mahasiswa: Literasi Digital Jadi Tanggung Jawab Bersama
Diskusi menjadi lebih hidup ketika beberapa mahasiswa turut menyampaikan tanggapan mereka.
Mahasiswi Silkvia Margasana menyoroti maraknya video manipulatif berbasis AI yang sulit dibedakan dari video asli.
“Banyak masyarakat, terutama ibu rumah tangga, tidak sadar bahwa video yang mereka lihat adalah hasil manipulasi AI. Ini jadi tugas kita untuk memberi edukasi digital,” katanya.
Sementara Selvi Ayu menilai literasi digital harus menjadi bekal wajib bagi mahasiswa.
“Kesadaran akan bahaya disinformasi perlu ditanamkan sejak dini. Media, baik sosial maupun mainstream, harus menjaga akurasi. Verifikasi fakta itu mutlak,” ujarnya.
Penanggap terakhir, Yusuf Firdaus, menegaskan peran jurnalis muda sebagai agen perubahan.
“Jurnalis sejati menuntut keberanian dan ketelitian dalam mengungkap kebenaran. Tugas kita memastikan setiap kebijakan publik diawasi lewat informasi yang akurat dan kredibel,” tegasnya.
HES Festival 2025 membuktikan bahwa mahasiswa UIN Banten tidak hanya fokus pada teori akademik, tetapi juga tanggap terhadap isu kontemporer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa kolaborasi, sinergi, dan literasi digital adalah kunci menghadapi dunia yang semakin canggih dan penuh disinformasi.***