Bom Waktu Sampah Mengancam Keuangan Daerah, DPRD Kabupaten Serang Desak TPA Regional Segera Dibangun

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan

i

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan

KILAS BANTEN – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang kembali mengemuka dan dinilai telah menjadi ancaman serius bagi keuangan daerah. DPRD Kabupaten Serang mengingatkan bahwa ketergantungan pada tempat pembuangan akhir di luar wilayah berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika tidak segera dicarikan solusi jangka panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan. Kabupaten Serang hingga kini masih mengandalkan lokasi pembuangan di daerah lain, seperti TPA Cilowong di Kota Serang serta wilayah Cilegon. Ketergantungan tersebut membuat biaya operasional terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kita sekarang tidak lagi bicara soal PSEL, karena itu sudah diserahkan ke Kota Serang. Artinya, urusan pembuangan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kabupaten Serang,” ujar Azwar Anas, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ia menjelaskan, biaya pengangkutan dan pembuangan sampah ke luar daerah memakan anggaran sangat besar. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan kemampuan keuangan daerah, mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang masih terbatas jika dibandingkan dengan daerah industri besar.

Azwar Anas mengungkapkan, alokasi anggaran untuk pembuangan sampah ke Cilowong saat ini hanya sekitar Rp12 miliar per tahun. Padahal, berdasarkan perhitungan kebutuhan riil, anggaran ideal yang dibutuhkan bisa melampaui Rp20 miliar per tahun.

“Kalau dihitung secara realistis, kebutuhannya bisa di atas Rp20 miliar. Ini bukan angka kecil. Tidak mungkin setiap tahun kita terus mengulang pola bayar seperti ini,” tegasnya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026, IMM Serang Raya Bongkar “Rapor Merah” Pendidikan dan Desak Audit Total
Wagub Banten: Sensus Ekonomi 2026, Data Asli Jadi Penentu Nasib Kebijakan
Petugas Rutan Kelas IIB Serang Gagalkan Penyelundupan 720 Butir Antimo, Modus Pengunjung Terendus
NU Kecamatan Curug Resmi Dilantik, Pemkot Serang Tegaskan Peran Strategis untuk Ubah Wajah Sosial Masyarakat
Teror Tengah Malam di Unyur Kota Serang, Warga Diserang Puluhan Orang Bersenjata, Polisi Didesak Bertindak Cepat
NU Curug Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Susun Program Nyata untuk Warga Kota Serang
Gebrakan Pendidikan di Kabupaten Serang 2026: Sekolah Ditutup, Digabung, hingga Berganti Wajah
Revisi RTRW Kabupaten Serang, DPRD Tegaskan Sawah Tak Boleh Kurangi Sejengkal Pun
Krisis sampah di Kabupaten Serang dinilai mengancam APBD. DPRD menyoroti membengkaknya biaya pembuangan sampah ke luar daerah dan mendorong percepatan pembangunan TPA regional sebagai solusi jangka panjang.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:21

Hardiknas 2026, IMM Serang Raya Bongkar “Rapor Merah” Pendidikan dan Desak Audit Total

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00

Wagub Banten: Sensus Ekonomi 2026, Data Asli Jadi Penentu Nasib Kebijakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:30

Petugas Rutan Kelas IIB Serang Gagalkan Penyelundupan 720 Butir Antimo, Modus Pengunjung Terendus

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:00

NU Kecamatan Curug Resmi Dilantik, Pemkot Serang Tegaskan Peran Strategis untuk Ubah Wajah Sosial Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 19:00

Teror Tengah Malam di Unyur Kota Serang, Warga Diserang Puluhan Orang Bersenjata, Polisi Didesak Bertindak Cepat

Berita Terbaru