KILAS BANTEN – Banjir besar kembali melanda Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Senin malam, 29 Desember 2025. Musibah hidrometeorologi yang terjadi di penghujung tahun ini menelan korban jiwa. Seorang warga Kampung Begog, Desa Sukamaju, ditemukan meninggal dunia setelah terendam luapan air banjir yang masuk ke permukiman.
Peristiwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Padarincang sejak sore hari. Hujan yang turun tanpa jeda membuat debit air sungai meningkat drastis. Air kemudian meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di sejumlah desa. Dalam waktu singkat, ketinggian air dilaporkan terus bertambah dan menyulitkan aktivitas warga.
Kabar duka terkait korban meninggal pertama kali disampaikan oleh warga setempat melalui rekaman video singkat yang beredar di masyarakat. Dalam video berdurasi sekitar 25 detik itu, seorang warga Kampung Begog menginformasikan kondisi terkini banjir yang dinilainya sudah berada pada tahap berbahaya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Menginformasikan untuk warga Padarincang bahwasanya di Kampung Begog sekarang ada yang meninggal dunia satu orang karena terendam banjir,” ujar warga tersebut dalam rekaman video yang diterima pada Senin malam.
Ia juga mengingatkan warga lainnya agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, ketinggian air banjir di Padarincang masih cukup signifikan dan berpotensi terus bertambah jika hujan kembali turun.
“Banjir di Padarincang sangat lumayan tinggi untuk saat ini. Maka dari itu kita harus tetap waspada,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















