Diterjang Banjir Besar di Penghujung Tahun, Padarincang Kembali Berduka: Warga Kampung Begog Meninggal Terendam

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luapan air banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, akibat hujan deras yang turun sejak Minggu sore, 28 Desember 2025

i

Luapan air banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, akibat hujan deras yang turun sejak Minggu sore, 28 Desember 2025

KILAS BANTEN – Banjir besar kembali melanda Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Senin malam, 29 Desember 2025. Musibah hidrometeorologi yang terjadi di penghujung tahun ini menelan korban jiwa. Seorang warga Kampung Begog, Desa Sukamaju, ditemukan meninggal dunia setelah terendam luapan air banjir yang masuk ke permukiman.

Peristiwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Padarincang sejak sore hari. Hujan yang turun tanpa jeda membuat debit air sungai meningkat drastis. Air kemudian meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di sejumlah desa. Dalam waktu singkat, ketinggian air dilaporkan terus bertambah dan menyulitkan aktivitas warga.

Kabar duka terkait korban meninggal pertama kali disampaikan oleh warga setempat melalui rekaman video singkat yang beredar di masyarakat. Dalam video berdurasi sekitar 25 detik itu, seorang warga Kampung Begog menginformasikan kondisi terkini banjir yang dinilainya sudah berada pada tahap berbahaya.

“Menginformasikan untuk warga Padarincang bahwasanya di Kampung Begog sekarang ada yang meninggal dunia satu orang karena terendam banjir,” ujar warga tersebut dalam rekaman video yang diterima pada Senin malam.

Ia juga mengingatkan warga lainnya agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, ketinggian air banjir di Padarincang masih cukup signifikan dan berpotensi terus bertambah jika hujan kembali turun.

“Banjir di Padarincang sangat lumayan tinggi untuk saat ini. Maka dari itu kita harus tetap waspada,” katanya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Banjir besar kembali melanda Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Senin malam, 29 Desember 2025. Seorang warga Kampung Begog, Desa Sukamaju, meninggal dunia akibat terendam banjir, sementara air di sejumlah desa masih terus naik.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru