Informasi tersebut dibenarkan Angga, warga Padarincang lainnya, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon. Angga memastikan bahwa banjir kembali merendam wilayah Padarincang, khususnya Desa Sukamaju dan Desa Citasuk.
“Benar, hari ini di Padarincang khususnya Desa Sukamaju kembali dilanda banjir. Ada korban satu orang meninggal karena terendam,” ujar Angga.
Menurut Angga, hingga Senin malam kondisi di lapangan masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Air dilaporkan terus naik, terutama di Desa Citasuk yang berada di wilayah dataran rendah. Situasi tersebut membuat warga berada dalam kondisi siaga karena dikhawatirkan banjir susulan bisa terjadi sewaktu-waktu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai saat ini air masih terus naik di Desa Citasuk,” ucapnya.
Banjir yang kembali melanda Padarincang bukan kejadian baru. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan banjir di Kabupaten Serang, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi. Faktor geografis, kondisi aliran sungai, serta perubahan lingkungan di sekitar kawasan tersebut kerap memperparah genangan air ketika hujan deras turun dalam waktu lama.
Dalam kondisi darurat seperti ini, sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang-barang berharga. Warga lainnya mulai bersiap untuk mengungsi jika air terus meninggi dan membahayakan keselamatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai jumlah warga terdampak maupun langkah penanganan darurat yang telah dilakukan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















