KILAS BANTEN – Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mulai bergerak cepat di awal 2026. Strategi baru disiapkan untuk mendorong peningkatan kinerja dan pengembangan bisnis kampus. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Biro SDM Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu menjadi momentum awal penguatan sinergi antara Dewan Pengawas dan pimpinan UIN SMH Banten. Fokus utama pembahasan diarahkan pada evaluasi tata kelola BLU serta penyusunan langkah strategis agar peran BLU memberi dampak nyata bagi layanan pendidikan dan kemandirian keuangan kampus.
Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, menyampaikan bahwa kampusnya termasuk satuan kerja yang relatif lebih awal ditetapkan sebagai BLU. Namun, capaian kinerja BLU sejauh ini dinilai belum menunjukkan lompatan signifikan seperti yang diharapkan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Penetapan sebagai BLU sudah cukup lama. Tetapi dari sisi kinerja memang belum optimal. Kami berharap Dewan Pengawas yang baru dapat menjadi pengungkit untuk perbaikan kinerja dan peningkatan nilai BLU,” ujar Prof Ishom, Rabu, 7 Januari 2026.
Meski demikian, Prof Ishom mengakui terdapat perkembangan positif dalam aspek tata kelola. Ia mengungkapkan maturity rating BLU UIN SMH Banten pada 2024 mencapai angka 2,9. Capaian ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2023 yang masih berada di level 2,09.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah ke tahap berikutnya. Tata kelola yang mulai membaik harus diikuti dengan peningkatan kinerja yang terukur dan berdampak langsung terhadap kualitas layanan akademik serta pendapatan BLU.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















