Sementara itu, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan dalam pengembangan bisnis kampus. Ia menyebutkan, kampus telah menetapkan tarif ruko hasil revitalisasi Kampus I sebagai salah satu sumber pendapatan BLU.
UIN SMH Banten juga tengah mengembangkan klinik kampus yang direncanakan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di sektor lain, pengelolaan parkir kampus diarahkan melalui skema kerja sama dengan Jasamarga.
“Selain itu, kami juga mengelola unit bisnis lain seperti kantin, training center, dan daycare,” kata Ali. Ia berharap seluruh unit tersebut dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi paparan tersebut, Rohman Basori memberikan sejumlah rekomendasi strategis. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas unit bisnis yang sudah ada, bukan sekadar menambah jumlah unit usaha baru. Klinik kampus, misalnya, diharapkan dapat dikembangkan menjadi klinik pendidikan yang memiliki daya saing dan nilai akademik.
Rohman juga mengusulkan pengembangan toko merchandise kampus sebagai bagian dari penguatan identitas institusi. Sementara untuk pengelolaan parkir, ia mengingatkan agar skema yang diterapkan tidak membebani mahasiswa dan dapat diintegrasikan secara proporsional dalam komponen UKT.
Di kesempatan yang sama, Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten, Zaenuri, menegaskan komitmen dalam memperkuat tata kelola keuangan BLU. Ia menekankan pentingnya sistem keuangan yang transparan, terintegrasi, dan akuntabel.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















