Kendati demikian, Ketua Dewan Pengawas UIN SMH Banten, Rohman Basori, menegaskan rapat koordinasi ini memiliki nilai strategis. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi yang intens dan sinergi yang kuat antara Dewas dan pimpinan universitas.
“Dewas tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan. Kami juga hadir untuk mendorong perbaikan melalui masukan, saran, dan evaluasi yang konstruktif,” kata Rohman.
Ia menilai sinergi menjadi kunci agar BLU UIN SMH Banten mampu naik kelas dan bersaing dengan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri lainnya di tingkat nasional. Rohman juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas UIN SMH Banten dengan Kementerian Agama pusat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sumber daya manusia kampus perlu dipersiapkan agar mampu berkiprah di level nasional. Hal itu mencakup keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan sebagai reviewer penelitian maupun partisipasi aktif dalam program strategis Kementerian Agama RI.
“Persaingan PTKIN sekarang bersifat nasional. Kita harus memiliki mental yang kompetitif dan kinerja yang terukur,” ujarnya.
Dalam penilaiannya, posisi BLU UIN SMH Banten saat ini masih berada pada kategori middle class. Untuk keluar dari posisi tersebut, kampus perlu melakukan diversifikasi pendapatan secara serius. Penguatan dan profesionalisasi unit-unit bisnis kampus dinilai menjadi langkah mendesak.
Selain itu, peningkatan prestasi mahasiswa, kualitas publikasi ilmiah, serta pemetaan aspek penilaian BLU secara sistematis juga harus menjadi perhatian utama agar kinerja institusi dapat terdongkrak secara menyeluruh.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















