KILAS BANTEN – Pj Walikota Serang, Nanang Saefudin, bersama jajaran pemerintah Kota Serang menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Serang.
Rapat tersebut membahas pandangan umum dari sembilan fraksi atas Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Nanang menjelaskan meskipun pandangan fraksi-fraksi tidak disampaikan secara lisan, tetapi mereka menyerahkannya langsung.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi saya membaca cepat. Ini masih pembicaraan awal, nantinya akan ada jawaban resmi dari Walikota,” ujarnya.
Ia menyebut, secara umum, pandangan fraksi-fraksi DPRD mengapresiasi berbagai sektor seperti pendidikan yang sudah dialokasikan 20%, kesehatan 10%, serta infrastruktur.
Namun, diskusi baru berada di tahap pertama dan akan berlanjut dengan pembahasan lebih mendalam.
Menurut Nanang, hal yang lebih penting adalah pembahasan lebih lanjut antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar).
Saat ini, APBD baru mencapai tahap awal pembicaraan, dan Kota Serang masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan kemandirian fiskal Kota Serang masih rendah, yaitu hanya sekitar 20% atau setara dengan Rp 300 miliar.
Sisanya, 80%, masih mengandalkan dana transfer dari pusat. Karena itu, upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah terus dioptimalkan.
Nanang juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk menegaskan kepada para camat dan lurah agar lebih mengoptimalkan kewenangan, terutama dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2).
Halaman : 1 2 Selanjutnya















