KILAS BANTEN – Pemandangan semrawut dan kemacetan parah yang selama bertahun-tahun identik dengan Pasar Induk Rau (PIR) akhirnya menemui titik akhir.
Tim gabungan Pemerintah Kota Serang secara resmi memulai penataan besar-besaran dengan merelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini memakan badan jalan.
Langkah tegas ini diambil atas instruksi langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi dan mendapat atensi penuh dari Pj. Gubernur Banten serta Kapolda Banten.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi, puluhan truk dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing lapak liar di sepanjang jalur blok M hingga Cangkring.
Pada tahap pertama, sekitar 300 pedagang diberi pilihan yang tidak bisa ditawar.
Mereka harus pindah ke lokasi baru yang lebih layak di dalam area pasar atau dilarang berdagangan sama sekali.
“Kita sudah cek tempatnya dan pastikan sangat layak. Pilihannya hanya dua pindah ke dalam atau tidak boleh berjualan sama sekali,” tegas Kasatgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Selasa 29 Juli 2025.
Penertiban ini bukan sekadar pemindahan biasa. Ini adalah langkah awal dari sebuah megaproyek untuk merombak total Pasar Rau menjadi pasar induk yang modern, bersih, dan tertib.
Wahyu mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan akan dimulai pada 2026 dengan anggaran fantastis mencapai Rp200-300 miliar.
“Sambil menunggu proses pembangunan dimulai, seluruh pedagang akan direlokasi ke lokasi sementara yang sudah dipetakan. Kapasitasnya bisa menampung 2.500 pedagang, cukup untuk seluruh PKL Pasar Rau,” jelasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















