Untuk kenyamanan pedagang, Pemkot Serang memastikan relokasi ke tempat baru ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Meski ke depan akan ada retribusi, langkah awal ini bertujuan untuk meringankan beban pedagang.
Di lokasi, Walikota Serang Budi Rustandi terlihat memantau langsung proses penertiban.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia tidak hanya memastikan relokasi berjalan lancar, tetapi juga mengawasi pembersihan puing dan normalisasi aliran sungai di sekitar pasar agar area tersebut kembali berfungsi normal dan terlihat lebih lapang.
Tim gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri akan disiagakan setiap hari di lokasi untuk memastikan tidak ada pedagang yang nekat kembali berjualan di badan jalan.
Menjawab keluhan adanya kecemburuan sosial dengan pedagang di lahan pribadi, Wahyu memastikan penertiban ini murni untuk penegakan aturan.
Fokus utama adalah PKL yang berjualan di atas fasilitas umum seperti trotoar, saluran irigasi, dan jalur pipa gas.
“Yang jelas, penertiban ini fokus pada pelanggaran aturan, bukan soal lahan milik pribadi,” katanya.
Setelah tahap pertama selesai, penertiban tahap dua akan menyasar sekitar 100 pedagang lainnya pada bulan depan.
Dengan langkah tegas dan visi yang jelas, Pemkot Serang berambisi mengubah citra kota menjadi lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing.***
Halaman : 1 2

















