Skandal di Kota Serang! Mahasiswa Banten Desak Legislator Fraksi PKB Dinonaktifkan Usai Dugaan Kekerasan Seksual

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar gedung DPRD Kota Serang yang didemo terkait dugaan kekerasan seksual dan pembahasan program Makan Bergizi Gratis

i

Gambar gedung DPRD Kota Serang yang didemo terkait dugaan kekerasan seksual dan pembahasan program Makan Bergizi Gratis

KILAS BANTEN – Gelombang protes meletup di Banten setelah dugaan kasus kekerasan seksual menyeret seorang anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Banten Bersatu mendesak pejabat tersebut segera dinonaktifkan sementara hingga proses hukum tuntas.

 

Koalisi menilai kasus ini tidak hanya menyangkut perilaku pribadi, tetapi juga menyentuh kredibilitas lembaga legislatif dan potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik. Mereka khawatir kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik akan semakin merosot jika tidak ada tindakan tegas.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Koordinator koalisi, Ahmad Yusuf, menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya melindungi masyarakat, bukan justru terlibat dalam dugaan tindakan yang merendahkan martabat korban.

 

“Jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat. Pejabat publik dipilih untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan memanfaatkan posisi kekuasaan untuk melakukan tindakan yang merugikan dan melukai korban,” ujar Ahmad Yusuf dalam keterangannya, Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga  Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia Resmi Dilantik, Ketua DPD PKS Kota Serang Berikut Ucapan Selamat

 

Kasus ini dinilai semakin sensitif karena diduga terjadi saat pembahasan kegiatan yang berkaitan dengan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan keluarga berpenghasilan rendah.

 

Koalisi menilai sangat ironis jika program sosial yang bertujuan menyejahterakan rakyat justru dikaitkan dengan dugaan pelanggaran serius oleh pejabat publik. Mereka menekankan bahwa relasi kuasa dalam jabatan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Banten Bersatu mendesak penonaktifan anggota DPRD Kota Serang dari PKB setelah dugaan kekerasan seksual terkait pembahasan program Makan Bergizi Gratis.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru