KILAS BANTEN – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66 menjadi momentum penting bagi penguatan arah gerakan alumni. Dalam agenda Halalbihalal dan konsolidasi nasional yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Minggu, 19 April 2026, Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi menegaskan bahwa setiap gerakan organisasi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Di hadapan para alumni lintas generasi dan sejumlah tokoh nasional, Fathan menyampaikan pesan tegas. Ia meminta seluruh kader dan alumni tidak bergerak tanpa arah. Menurutnya, setiap langkah harus memiliki tujuan yang jelas dan hasil yang terukur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus jelas, bergerak ke mana dan berdampak ke mana. Itu yang harus menjadi ukuran,” ujar Fathan, Senin, 20 April 2026.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah strategis organisasi ke depan.
Fathan menilai, gerakan tanpa indikator keberhasilan hanya akan berakhir sebagai rutinitas tanpa makna. Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh program dan aktivitas organisasi dirancang dengan orientasi hasil.
Ia juga menekankan pentingnya kembali pada nilai dasar sebagai santri. Dalam sambutannya, Fathan mengutip prinsip “anfahuhu linnas”, yang berarti manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip ini, menurutnya, harus menjadi landasan dalam setiap gerakan alumni PMII.
Fathan menjelaskan, kontribusi alumni tidak boleh terbatas pada internal organisasi. Peran tersebut harus meluas ke masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, kehadiran alumni PMII benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik luas.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















