KILAS BANTEN – Program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta yang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten kembali menjadi sorotan nasional. Kebijakan yang mulai diterapkan sejak 2025 itu dinilai mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi pelajar yang selama ini terkendala biaya dan keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Apresiasi terhadap program tersebut datang langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menyebut langkah yang diambil Gubernur Banten, Andra Soni, sebagai terobosan penting dalam pemerataan pendidikan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti usai membuka Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 O2SN, FLS3N, dan LKS yang dirangkaikan dengan deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman serta peluncuran Adiwiyata SMA, SMK, dan SKh se-Banten di Stadion Benteng Reborn.
Menurut Abdul Mu’ti, program sekolah gratis tidak hanya membantu siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Dengan program ini, seluruh anak-anak Banten memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia. Selama ini, program pendidikan gratis umumnya hanya diterapkan di sekolah negeri. Padahal, kapasitas sekolah negeri di sejumlah daerah masih sangat terbatas dibanding jumlah lulusan SMP setiap tahunnya.
Akibat kondisi itu, banyak siswa terpaksa melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta dengan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, program bantuan pendidikan untuk sekolah swasta dinilai menjadi solusi konkret untuk mencegah meningkatnya angka putus sekolah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















