Tangerang

Pempek 88 Tangerang Meledak, Cuko Hitam Khas Palembang Bikin Pembeli Rela Antre dan Ketagihan

Pengunjung menikmati sajian pempek khas Palembang dengan kuah cuko hitam di Warkop AA Hendy X Pempek 88, Kota Tangerang
Pengunjung menikmati sajian pempek khas Palembang dengan kuah cuko hitam di Warkop AA Hendy X Pempek 88, Kota Tangerang

KILAS BANTEN – Pecinta kuliner khas Palembang kini memiliki destinasi baru di Kota Tangerang. Warkop AA Hendy X Pempek 88 menghadirkan pempek autentik berbahan ikan tenggiri premium dengan kuah cuko hitam khas yang disebut-sebut bikin lidah ketagihan.

 

Berlokasi di Perumahan Angkasa Pura Blok B14 Nomor 4, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, tempat makan ini mulai ramai diburu pelanggan. Banyak pengunjung datang karena penasaran dengan rasa pempek khas Palembang yang tetap mempertahankan resep tradisional.

 

Usaha kuliner tersebut dirintis oleh Putri Irliani sejak tahun 2021. Perempuan asal Palembang itu mengaku ide membuka usaha pempek bermula dari kebiasaannya menyantap pempek sebagai menu sarapan sehari-hari saat tinggal di kampung halaman.

Jalan Iskandar Muda Dibongkar Total, Pemkot Tangerang Kebut Rekonstruksi, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

 

Setelah merantau ke Tangerang, Putri mencoba membuat pempek sendiri untuk mengobati rasa rindu terhadap kuliner khas daerahnya. Tak disangka, hasil buatannya mendapat respons positif dari teman-temannya.

 

“Awalnya hanya coba-coba karena saya memang suka makan olahan ikan dan terbiasa sarapan pempek waktu masih di Palembang. Setelah saya buat sendiri dan dibagikan ke teman-teman, ternyata responsnya bagus,” ujar Putri, Minggu, 17 Mei 2026.

 

DLH Bergerak Kilat, Tumpukan Sampah di Kedaung Wetan Langsung Bersih, Respons Cepat Pemkot Tangerang Tuai Pujian

Dari situ, usaha Pempek 88 perlahan berkembang. Pada awalnya, Putri hanya menerima pesanan secara pre-order atau PO. Namun seiring meningkatnya permintaan pelanggan, ia mulai membuka layanan pempek siap santap hingga produk frozen food.

 

Kini, tempat tersebut tak hanya dikenal sebagai penjual pempek, tetapi juga menjadi lokasi nongkrong dengan konsep perpaduan warung kopi dan kuliner tradisional khas Palembang.

 

Nama “Pempek 88” sendiri memiliki makna personal bagi sang pemilik. Angka tersebut diambil dari tanggal dan bulan kelahirannya.

Warga Kota Tangerang Bisa Dapat Layanan Gratis hingga Diskon Pajak di Bulan Kemerdekaan

 

“Saya lahir tanggal 28 bulan delapan tahun 1998. Jadi angka 88 diambil dari ujung tanggal dan bulan lahir,” katanya sambil tersenyum.

 

Salah satu daya tarik utama Pempek 88 terletak pada kuah cuko yang digunakan. Putri mengaku sengaja memilih gula aren berkualitas asal Bengkulu untuk menghasilkan rasa cuko yang lebih khas.

 

Menurutnya, gula aren tersebut mampu menciptakan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas yang seimbang dengan warna kuah lebih pekat dibandingkan gula biasa.

 

“Untuk cukonya kami pakai gula aren dari Bengkulu karena kualitasnya bagus. Rasanya pas dan warna hitamnya lebih pekat,” ujarnya.

 

Dalam satu pekan, Pempek 88 mampu memproduksi sekitar 500 potong pempek ukuran kecil dan 300 hingga 400 potong pempek ukuran besar. Jumlah produksi itu terus meningkat mengikuti tingginya permintaan pelanggan.

 

Varian menu yang tersedia juga cukup lengkap. Mulai dari pempek kulit, adaan, pempek telur, lenjer kecil, kapal selam, lenjer besar hingga tekwan disajikan untuk pelanggan.

 

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Pempek ukuran kecil dijual mulai Rp4.000 per potong, sedangkan pempek ukuran besar dan tekwan dibanderol sekitar Rp20 ribu per porsi.

 

Tak hanya melayani pelanggan yang datang langsung, Pempek 88 juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Pemesanan dapat dilakukan melalui layanan GoFood maupun WhatsApp dengan nama usaha “Warkop AA Hendy X Pempek 88”.

 

Di tengah menjamurnya bisnis kuliner modern, kehadiran Pempek 88 menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap mampu bersaing jika mempertahankan kualitas dan cita rasa autentik.

 

Konsep sederhana yang memadukan suasana warung kopi dengan hidangan khas Palembang itu kini berhasil menarik perhatian warga Tangerang, khususnya pecinta kuliner nusantara.

 

“Buat warga Tangerang yang ingin mencoba pempek autentik khas Palembang, silakan datang langsung ke Pempek 88,” tutur Putri.***

× Advertisement
× Advertisement