Kawasan Kampung Candulan disebut menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak banjir. Genangan biasanya muncul saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi cukup panjang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, pemerintah daerah mendukung evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah teknis terbaik dalam penanganan aliran sungai di kawasan tersebut. Pemkot Tangerang juga memastikan proses evaluasi akan melibatkan lintas sektoral sebelum keputusan akhir diambil.
“Hasil evaluasi nantinya akan dibahas bersama-sama dengan lintas sektoral jadi prosesnya masih terus berjalan,” katanya.
Selain evaluasi Bendungan Polor, Pemkot Tangerang bersama instansi terkait juga menyiapkan program jangka panjang berupa normalisasi Kali Angke. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai agar aliran air lebih lancar dan risiko banjir bisa ditekan.
Beberapa titik menjadi fokus penanganan, mulai dari jalur Bendungan Polor menuju Jembatan Merah, kemudian kawasan Jembatan Merah hingga Ciledug Indah, sampai wilayah Ciledug Indah menuju Graha Raya.
Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi, penataan aliran sungai, serta penguatan infrastruktur pendukung pengendalian banjir.
Pemerintah berharap kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan BBWS Ciliwung-Cisadane dapat mempercepat solusi penanganan banjir di kawasan padat penduduk tersebut.
Masalah banjir di sepanjang Kali Angke memang menjadi perhatian serius pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Selain dipicu tingginya curah hujan, penyempitan aliran sungai dan penumpukan sedimentasi juga disebut memperburuk kondisi saat musim penghujan tiba.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















