Bom Waktu Sampah Mengancam Keuangan Daerah, DPRD Kabupaten Serang Desak TPA Regional Segera Dibangun

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan

i

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan

KILAS BANTEN – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang kembali mengemuka dan dinilai telah menjadi ancaman serius bagi keuangan daerah. DPRD Kabupaten Serang mengingatkan bahwa ketergantungan pada tempat pembuangan akhir di luar wilayah berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika tidak segera dicarikan solusi jangka panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Fraksi Partai Demokrat, Azwar Anas, menilai kondisi pengelolaan sampah saat ini tidak bisa lagi dipertahankan. Kabupaten Serang hingga kini masih mengandalkan lokasi pembuangan di daerah lain, seperti TPA Cilowong di Kota Serang serta wilayah Cilegon. Ketergantungan tersebut membuat biaya operasional terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kita sekarang tidak lagi bicara soal PSEL, karena itu sudah diserahkan ke Kota Serang. Artinya, urusan pembuangan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kabupaten Serang,” ujar Azwar Anas, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ia menjelaskan, biaya pengangkutan dan pembuangan sampah ke luar daerah memakan anggaran sangat besar. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan kemampuan keuangan daerah, mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang masih terbatas jika dibandingkan dengan daerah industri besar.

Azwar Anas mengungkapkan, alokasi anggaran untuk pembuangan sampah ke Cilowong saat ini hanya sekitar Rp12 miliar per tahun. Padahal, berdasarkan perhitungan kebutuhan riil, anggaran ideal yang dibutuhkan bisa melampaui Rp20 miliar per tahun.

“Kalau dihitung secara realistis, kebutuhannya bisa di atas Rp20 miliar. Ini bukan angka kecil. Tidak mungkin setiap tahun kita terus mengulang pola bayar seperti ini,” tegasnya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Lewat Neurointervensi dan Bedah Digestif
Relawan Bencana Terpinggirkan? Anggota TAGANA Kabupaten Serang Klaim Tak Terima Tali Asih Negara Sepanjang 2025
Rakercab ISNU Kota Serang, Cetak Kader Ideologis dan Bidik Kampus hingga Konferensi Internasional
Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Rp10 Juta dan Sembako bagi Korban Kebakaran Sempu
ISNU Kota Serang Baru Dilantik, Muji Rohman: Sarjana NU Kuasai Teknologi dan Jadi Penggerak Perubahan
Pengurus Baru ISNU Kota Serang Dilantik, Perkuat SDM dan Kolaborasi Strategis Lintas Sektor
Tanpa Bebani APBD, Wali Kota Serang Lantik Satgas Serang Mengaji Gandeng BWA
Dapat 181 Ribu Mentions, Wali Kota Serang Budi Rustandi Tempati Peringkat 1 Kepala Daerah Terpopuler Banten
Krisis sampah di Kabupaten Serang dinilai mengancam APBD. DPRD menyoroti membengkaknya biaya pembuangan sampah ke luar daerah dan mendorong percepatan pembangunan TPA regional sebagai solusi jangka panjang.

Berita Terkait

-

RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Lewat Neurointervensi dan Bedah Digestif

-

Relawan Bencana Terpinggirkan? Anggota TAGANA Kabupaten Serang Klaim Tak Terima Tali Asih Negara Sepanjang 2025

-

Rakercab ISNU Kota Serang, Cetak Kader Ideologis dan Bidik Kampus hingga Konferensi Internasional

-

Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Rp10 Juta dan Sembako bagi Korban Kebakaran Sempu

-

ISNU Kota Serang Baru Dilantik, Muji Rohman: Sarjana NU Kuasai Teknologi dan Jadi Penggerak Perubahan

Berita Terbaru