Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Irmah, PMI asal Lebak Wangi, Serang, yang mengalami luka serius di kaki saat bekerja di Irak setelah diberangkatkan secara non prosedural.

i

Kondisi Irmah, PMI asal Lebak Wangi, Serang, yang mengalami luka serius di kaki saat bekerja di Irak setelah diberangkatkan secara non prosedural.

 

Sekitar satu tahun kemudian, kaki Irmah tertimpa kaca pintu kamar mandi. Tiga jari kakinya mengalami luka berat hingga harus dijahit sebanyak tujuh jahitan.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang saya jalan harus jinjit karena menahan sakit. Kemarin juga sempat terbentur lagi karena dipanggil buru-buru oleh majikan,” ungkapnya.

 

Dalam kondisi fisik yang terus memburuk, Irmah mengaku sudah tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya. Ia berharap pemerintah, khususnya perwakilan Indonesia di luar negeri, segera memberikan pertolongan.

 

“Saya mohon kepada KBRI di Irak dan pemerintah Indonesia, saya ingin dipulangkan. Saya sudah tidak kuat bekerja,” ujarnya.

 

Kasus yang dialami Irmah kembali menyoroti maraknya praktik pemberangkatan PMI secara ilegal. Skema non prosedural seperti ini dinilai sangat berisiko karena pekerja tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas di negara tujuan.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

 

Tanpa dokumen resmi dan jalur legal, para pekerja migran rentan mengalami berbagai bentuk pelanggaran. Mulai dari eksploitasi tenaga kerja, kekerasan, hingga penelantaran seperti yang dialami Irmah.

 

Lemahnya pengawasan terhadap jaringan sponsor ilegal juga menjadi masalah serius. Banyak calon pekerja tergiur janji gaji tinggi dan proses cepat, tanpa memahami risiko besar yang mengintai.

 

Pengamat ketenagakerjaan menilai pemerintah perlu memperketat pengawasan dan penindakan terhadap praktik ilegal ini. Langkah tegas dinilai penting untuk memutus rantai perdagangan tenaga kerja non prosedural.

 

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
DPRD Kabupaten Serang “Semprot” LKPJ Bupati 2025, Pansus Beri Ultimatum 2 Hari untuk Perbaikan Total
Nasib tragis PMI asal Serang, Irmah, yang ditipu sponsor kerja ilegal. Dijanjikan ke Turki, ia malah dikirim ke Irak, terluka parah, dan kini meminta dipulangkan ke Indonesia

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru