Pemprov Banten dan DKI Jakarta memperkuat kolaborasi mengatasi banjir dan sampah di Tangerang Raya. Pembangunan tandon air hingga proyek listrik dari sampah mulai disiapkan.KILAS BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempererat kerja sama dalam menangani persoalan banjir dan sampah di kawasan Tangerang Raya dan Jakarta. Kolaborasi lintas wilayah itu dinilai penting karena persoalan lingkungan di kawasan aglomerasi tidak bisa diselesaikan secara terpisah.
Komitmen tersebut muncul dalam pertemuan antara Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026 kemarin.
Pertemuan itu juga dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin. Sejumlah strategi dibahas untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah penyangga ibu kota.
Dalam keterangannya, Andra Soni mengatakan penanganan banjir di Tangerang Raya membutuhkan dukungan banyak pihak. Menurutnya, hubungan geografis antara Banten dan Jakarta membuat kerja sama lintas daerah menjadi kebutuhan utama.
“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra Soni, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah pembangunan tandon air di sejumlah lokasi strategis. Infrastruktur tersebut akan digunakan untuk menampung debit air hujan saat intensitas curah hujan meningkat.
Pemerintah berharap keberadaan tandon mampu mengurangi genangan dan menekan potensi banjir yang kerap terjadi di kawasan Tangerang Raya.