KILAS BANTEN – Setelah enam tahun menanti kepastian pascabencana, warga Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. akhirnya mendapat angin segar. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu memulai pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) sekaligus renovasi Majlis Ta’lim, Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang selama ini dibutuhkan warga. Program tersebut merupakan bagian dari agenda pengabdian masyarakat BEM Banten Bersatu untuk mendukung pemulihan sosial, pendidikan, dan spiritual masyarakat terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selama kurang lebih enam tahun, warga Kampung Cigobang masih bertahan di hunian sementara dengan kondisi terbatas. Akses terhadap fasilitas pendidikan dan sarana ibadah dinilai belum memadai. Situasi tersebut mendorong mahasiswa untuk turun langsung dan mengambil peran sosial.
Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, menyatakan bahwa pembangunan TBM dan renovasi Majlis Ta’lim bukan sekadar proyek fisik.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap masyarakat yang terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.
“Peletakan batu pertama ini bukan hanya soal pembangunan. Ini adalah bentuk komitmen kami sebagai mahasiswa. Sudah enam tahun masyarakat tinggal di hunian sementara dengan berbagai keterbatasan, sementara pembangunan yang dijanjikan belum terwujud,” kata Bagas, Selasa, 10 Februari 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















