Advertisement
Serang

Soal Ambulans Laut dan Puskesmas Terapung, Fraksi Gerindra Jelaskan Perbedaannya, Dorong Pemkab Serang Percepat Layanan Kesehatan Kepulauan

Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin
Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin

KILAS BANTEN – Persoalan layanan kesehatan kepulauan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan program Puskesmas Terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Serang justru mengusulkan pengadaan ambulans laut kepada Kementerian Kesehatan.

 

Perbedaan pendekatan ini memicu diskusi publik. Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan. Namun, Fraksi Gerindra menilai cakupan layanan Puskesmas Terapung jauh lebih luas dibanding ambulans laut.

 

Usulan ambulans laut disampaikan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam forum hearing bersama Kementerian Kesehatan. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas membenarkan rencana tersebut. Ia menyatakan Kemenkes masih mengkaji efektivitas program itu.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

“Akan dikaji oleh pihak Kemenkes apakah efektif dengan layanan ambulans laut atau optimalisasi untuk pelayanan kesehatan di Pulo Ampel dan Pulau Tunda,” ujar Najib.

 

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang memiliki pandangan berbeda. Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muhibbin menegaskan Puskesmas Terapung lebih tepat untuk menjawab kebutuhan warga di wilayah seperti Pulo Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau Sangiang.

 

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Menurut Muhibbin, Puskesmas Terapung merupakan kapal yang berfungsi seperti puskesmas di darat. Kapal ini mendatangi pulau-pulau yang sulit diakses jalur darat dan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin.

 

“Puskesmas Terapung itu seperti klinik yang datang langsung ke pulau,” kata Muhibbin, Rabu, 18 Februari 2026.

 

Ia menjelaskan, fasilitas di dalam kapal mencakup ruang pemeriksaan, obat-obatan dasar, serta peralatan medis standar. Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan juga disiapkan untuk melayani warga.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

 

Layanan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat. Puskesmas Terapung dapat melayani pemeriksaan umum, imunisasi, program keluarga berencana, hingga pengobatan penyakit ringan dan menengah. Kapal ini juga mampu memberikan layanan pemeriksaan ibu hamil dan anak. Bahkan, dapat dilengkapi ruang persalinan sederhana.

 

“Jadi ada fasilitas ruang periksa, obat-obatan dasar, alat medis dasar, dan tenaga medis seperti dokter, perawat, dan bidan,” ujarnya.

 

Muhibbin menilai kehadiran Puskesmas Terapung akan memperkuat layanan promotif dan preventif. Artinya, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan rutin.

 

Sebaliknya, ambulans laut memiliki fungsi lebih terbatas. Muhibbin menjelaskan ambulans laut difokuskan untuk evakuasi pasien melalui jalur laut. Fungsinya serupa mobil ambulans, namun beroperasi di perairan.

 

“Fungsi utama ambulans laut mengangkut pasien gawat darurat, merujuk pasien dari pulau ke rumah sakit, dan evakuasi medis cepat,” katanya.

 

Fasilitas ambulans laut biasanya hanya mencakup tandu pasien, tabung oksigen, dan peralatan medis darurat seperti monitor jantung sederhana. Layanan ini sangat penting dalam kondisi kritis, tetapi tidak dirancang untuk pelayanan kesehatan rutin.

 

Fraksi Gerindra menilai kondisi objektif di wilayah kepulauan membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Selama ini, warga di pulau-pulau terpencil menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar. Jarak tempuh dan ketergantungan pada cuaca sering menjadi kendala.

 

Karena itu, Muhibbin mendesak Pemerintah Kabupaten Serang segera mengkaji secara serius program Puskesmas Terapung. Ia menyebut program ini sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kepulauan.

 

“Ini bukan sekadar program, tetapi wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan,” tegasnya.

 

Selain memberikan layanan rutin, Puskesmas Terapung juga dapat difungsikan sebagai sarana transportasi bagi pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit di darat. Dengan demikian, kapal tersebut memiliki fungsi ganda.

 

Kini, keputusan berada di tangan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan. Baik ambulans laut maupun Puskesmas Terapung, keduanya memiliki peran penting. Namun, arah kebijakan yang diambil akan sangat menentukan masa depan pelayanan kesehatan kepulauan di Kabupaten Serang.

 

Masyarakat di pulau-pulau terpencil menanti langkah konkret. Mereka berharap akses layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkelanjutan segera terwujud.

× Advertisement
× Advertisement