KILAS BANTEN – Persoalan layanan kesehatan kepulauan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan program Puskesmas Terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Serang justru mengusulkan pengadaan ambulans laut kepada Kementerian Kesehatan.
Perbedaan pendekatan ini memicu diskusi publik. Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan. Namun, Fraksi Gerindra menilai cakupan layanan Puskesmas Terapung jauh lebih luas dibanding ambulans laut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Usulan ambulans laut disampaikan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam forum hearing bersama Kementerian Kesehatan. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas membenarkan rencana tersebut. Ia menyatakan Kemenkes masih mengkaji efektivitas program itu.
“Akan dikaji oleh pihak Kemenkes apakah efektif dengan layanan ambulans laut atau optimalisasi untuk pelayanan kesehatan di Pulo Ampel dan Pulau Tunda,” ujar Najib.
Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang memiliki pandangan berbeda. Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muhibbin menegaskan Puskesmas Terapung lebih tepat untuk menjawab kebutuhan warga di wilayah seperti Pulo Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau Sangiang.
Menurut Muhibbin, Puskesmas Terapung merupakan kapal yang berfungsi seperti puskesmas di darat. Kapal ini mendatangi pulau-pulau yang sulit diakses jalur darat dan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















