Soal Ambulans Laut dan Puskesmas Terapung, Fraksi Gerindra Jelaskan Perbedaannya, Dorong Pemkab Serang Percepat Layanan Kesehatan Kepulauan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin

i

Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin

KILAS BANTEN – Persoalan layanan kesehatan kepulauan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan program Puskesmas Terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Serang justru mengusulkan pengadaan ambulans laut kepada Kementerian Kesehatan.

 

Perbedaan pendekatan ini memicu diskusi publik. Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan. Namun, Fraksi Gerindra menilai cakupan layanan Puskesmas Terapung jauh lebih luas dibanding ambulans laut.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Usulan ambulans laut disampaikan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam forum hearing bersama Kementerian Kesehatan. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas membenarkan rencana tersebut. Ia menyatakan Kemenkes masih mengkaji efektivitas program itu.

Baca Juga  Jelang Mudik Lebaran 2026: Dewan Ahmad Muhibbin Ingatkan “Nyawa Lebih Penting dari Cepat Sampai”

 

“Akan dikaji oleh pihak Kemenkes apakah efektif dengan layanan ambulans laut atau optimalisasi untuk pelayanan kesehatan di Pulo Ampel dan Pulau Tunda,” ujar Najib.

 

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang memiliki pandangan berbeda. Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muhibbin menegaskan Puskesmas Terapung lebih tepat untuk menjawab kebutuhan warga di wilayah seperti Pulo Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau Sangiang.

 

Menurut Muhibbin, Puskesmas Terapung merupakan kapal yang berfungsi seperti puskesmas di darat. Kapal ini mendatangi pulau-pulau yang sulit diakses jalur darat dan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang jelaskan perbedaan ambulans laut dan Puskesmas Terapung. Desak percepatan layanan kesehatan kepulauan untuk Pulo Panjang, Tunda, dan Sangiang.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru