Soal Ambulans Laut dan Puskesmas Terapung, Fraksi Gerindra Jelaskan Perbedaannya, Dorong Pemkab Serang Percepat Layanan Kesehatan Kepulauan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin

i

Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin

KILAS BANTEN – Persoalan layanan kesehatan kepulauan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan program Puskesmas Terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Serang justru mengusulkan pengadaan ambulans laut kepada Kementerian Kesehatan.

 

Perbedaan pendekatan ini memicu diskusi publik. Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan. Namun, Fraksi Gerindra menilai cakupan layanan Puskesmas Terapung jauh lebih luas dibanding ambulans laut.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Usulan ambulans laut disampaikan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam forum hearing bersama Kementerian Kesehatan. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas membenarkan rencana tersebut. Ia menyatakan Kemenkes masih mengkaji efektivitas program itu.

Baca Juga  Sungai Ciwaka Meluap, 165 Rumah Terendam, Muhibbin: Gubernur Banten dan Bupati Serang Turun Tangan Tangani Banjir Ciruas

 

“Akan dikaji oleh pihak Kemenkes apakah efektif dengan layanan ambulans laut atau optimalisasi untuk pelayanan kesehatan di Pulo Ampel dan Pulau Tunda,” ujar Najib.

 

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang memiliki pandangan berbeda. Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muhibbin menegaskan Puskesmas Terapung lebih tepat untuk menjawab kebutuhan warga di wilayah seperti Pulo Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau Sangiang.

 

Menurut Muhibbin, Puskesmas Terapung merupakan kapal yang berfungsi seperti puskesmas di darat. Kapal ini mendatangi pulau-pulau yang sulit diakses jalur darat dan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Silaturrahim Alumni Al Fathaniyah: Buka Bersama, Saresehan, dan Berbagi Takjil Ramdan 2026
Reses Dewan Desi Ferawati Serap Aspirasi Warga di Kramatwatu, Soroti Puskesmas Desa yang Vakum
Gagasan Puskesmas Terapung dari Ahmad Muhibbin Sabet Ekbispar Award 2026, Perjuangkan Layanan Kesehatan untuk Warga Kepulauan
Gemuruh Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang, FKUB Kota Serang Tancap Gas Perkuat Toleransi Banten
Cap Go Meh 2577/2026 Menggema di Vihara Metta Serang, FKUB Turun Langsung, Pesan Toleransi Kian Menguat
Dewan Muhibbin Pastikan Jalan Kampung Baru Tirtayasa dan Jembatan Mekarsari Dibangun 2026
Guru di Kabupaten Serang Resah Dugaan Intimidasi, Direktur LBH PKC PMII Banten Tegaskan Siap Pasang Badan
Anggota DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas Serap Aspirasi Warga di Said Muncang Kragilan, Fokus pada Perbaikan Jalan dan Penerangan
Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang jelaskan perbedaan ambulans laut dan Puskesmas Terapung. Desak percepatan layanan kesehatan kepulauan untuk Pulo Panjang, Tunda, dan Sangiang.

Berita Terkait

-

Silaturrahim Alumni Al Fathaniyah: Buka Bersama, Saresehan, dan Berbagi Takjil Ramdan 2026

-

Reses Dewan Desi Ferawati Serap Aspirasi Warga di Kramatwatu, Soroti Puskesmas Desa yang Vakum

-

Gagasan Puskesmas Terapung dari Ahmad Muhibbin Sabet Ekbispar Award 2026, Perjuangkan Layanan Kesehatan untuk Warga Kepulauan

-

Gemuruh Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang, FKUB Kota Serang Tancap Gas Perkuat Toleransi Banten

-

Dewan Muhibbin Pastikan Jalan Kampung Baru Tirtayasa dan Jembatan Mekarsari Dibangun 2026

Berita Terbaru