Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin saat menyampaikan pandangan terkait penanganan banjir dalam rapat bersama Pemkab Serang.KILAS BANTEN – Banjir kembali menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Serang. Hujan berintensitas tinggi yang turun sejak awal tahun menyebabkan air meluap ke kawasan permukiman, menutup akses jalan, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah kecamatan. Peristiwa ini menambah daftar panjang banjir tahunan yang hingga kini belum menemukan solusi tuntas.
Situasi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Serang bersama Pemerintah Kabupaten Serang menggelar rapat dengar pendapat pada Kamis, 29 Januari 2026. Rapat ini tidak hanya membahas langkah penanganan darurat bagi warga terdampak, tetapi juga menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, menegaskan bahwa banjir di wilayah tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia menilai pendekatan reaktif yang selama ini diterapkan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyusun perencanaan yang lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Banjir ini bukan kejadian baru. Kalau penanganannya hanya dilakukan ketika air sudah masuk ke rumah warga, masalah tidak akan pernah selesai. Harus ada perencanaan jangka panjang,” ujar Azwar Anas, Sabtu, 31 Januari 2026.

Kondisi permukiman warga di Kabupaten Serang yang terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi, mengganggu aktivitas dan akses jalan masyarakat.