Bagas menegaskan, mahasiswa tidak boleh abai terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa warga terdampak bencana tidak boleh terus dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan bahwa pendidikan dan ruang ibadah merupakan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, tanpa akses pendidikan dan pembinaan spiritual, pemulihan sosial akan berjalan pincang.
Pembangunan Taman Baca Masyarakat dirancang sebagai pusat literasi bagi anak-anak dan remaja di kawasan Huntara. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman, sekaligus menumbuhkan minat baca di tengah keterbatasan sarana pendidikan formal.
Sementara itu, renovasi Majlis Ta’lim dilakukan untuk memperbaiki sarana ibadah warga agar lebih layak dan representatif. Majlis Ta’lim selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang kebersamaan warga Huntara.
Ketua pelaksana kegiatan, Rizqi, menjelaskan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil dialog langsung dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BEM Banten Bersatu tidak ingin menghadirkan program seremonial semata.
“Kami merancang kegiatan ini berdasarkan kebutuhan nyata warga. Taman baca kami harapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak agar semangat belajarnya tetap terjaga. Renovasi Majlis Ta’lim juga penting untuk menopang kehidupan spiritual warga,” ujar Rizqi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















