Gebyar O2SN dan FLS3N 2026 Pecah di Tangerang, Ribuan Pelajar Adu Bakat dan Prestasi Menuju Panggung Nasional

Kilas Banten
26 Mei 2026 09:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Semangat kompetisi dan kreativitas pelajar memadati Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, saat Pemerintah Kota Tangerang resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tingkat SD dan SMP.

 

Kegiatan yang berlangsung meriah itu diikuti hampir 1.000 peserta didik bersama para guru pendamping dari berbagai sekolah. Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik di bidang olahraga, seni, dan sastra.

 

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan O2SN dan FLS3N bukan sekadar perlombaan biasa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kreatif, disiplin, dan berdaya saing.

 

“Ini untuk mendorong anak-anak kita, generasi penerus bangsa dalam mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus semangat kebersamaan. Harapannya anak-anak dapat menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Sachrudin, Selasa, 26 Mei 2026.

 

Ia menilai, pembinaan bakat sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang terus memberi ruang bagi pelajar untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan O2SN 2026 mempertandingkan berbagai cabang olahraga untuk jenjang SD dan SMP.

 

Untuk tingkat SD, cabang yang dilombakan meliputi kids athletic, bulu tangkis, pencak silat, renang, dan senam. Sementara untuk tingkat SMP, peserta bersaing di cabang atletik, renang, pencak silat, panjat tebing, hingga bulu tangkis.

 

Tak hanya olahraga, FLS3N 2026 juga menghadirkan beragam perlombaan seni dan sastra yang menarik perhatian para peserta. Sejumlah kategori yang diperlombakan antara lain tari, solo vokal, pantomim, kriya, mendongeng, menulis cerita, musik tradisional, hingga ilustrasi.

 

“FLS3N menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan kemampuan seni mereka. Kami ingin anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi masing-masing,” kata Wahyudi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Tangerang juga memberikan apresiasi kepada para pelajar yang berhasil mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang robotik. Sejumlah siswa bahkan sukses menembus kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

 

Wahyudi mengungkapkan, lima siswa dari salah satu sekolah di Kota Tangerang dijadwalkan mengikuti olimpiade robotik di Thailand dalam waktu dekat. Prestasi itu dinilai menjadi bukti bahwa pelajar Kota Tangerang mampu bersaing di level global.

 

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong inovasi serta kreativitas siswa.

 

Pelaksanaan O2SN dan FLS3N 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan berkarakter. Selain berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, para pelajar juga diharapkan memiliki jiwa sportif, kreatif, percaya diri, dan cinta Tanah Air.

 

Ajang ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan bakat, minat, dan kompetensi pelajar sejak dini.***