Banten

Gegap Gempita Harlah KOPRI ke-58 di Banten, Perempuan PMII Satukan Sejarah Perjuangan dan Kreativitas Digital

Kader KOPRI PK PMII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berfoto bersama dalam rangkaian peringatan Harlah KOPRI ke-58 di Kantor PWNU Provinsi Banten, Serang, 14 Desember 2025.
Kader KOPRI PK PMII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berfoto bersama dalam rangkaian peringatan Harlah KOPRI ke-58 di Kantor PWNU Provinsi Banten, Serang, 14 Desember 2025.

KILAS BANTEN – Peringatan Hari Lahir Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) ke-58 menggema di Provinsi Banten. KOPRI Pengurus Komisariat PMII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menggelar rangkaian kegiatan Harlah selama dua hari, 13–14 Desember 2025, di Kantor PWNU Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran strategis kader perempuan PMII di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Harlah KOPRI ke-58 mengusung tema “Rise of Banten Heroines: Menghubungkan Kisah Perjuangan dengan Kreativitas Digital Generasi Muda”. Tema tersebut menegaskan komitmen KOPRI untuk merawat sejarah perjuangan pahlawan perempuan Banten sekaligus menerjemahkannya ke dalam konteks kekinian yang dekat dengan dunia digital.

Melalui tema ini, KOPRI mendorong kader perempuan agar adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai perjuangan.

Ketua panitia menyiapkan rangkaian acara dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan inti dikemas dalam bentuk workshop yang mengulas relasi antara sejarah perjuangan perempuan dan kreativitas digital. Workshop ini menghadirkan Kartika, S.Sos., dan Hera Sa’diati, S.Sos.I., M.M., sebagai pemateri. Keduanya menekankan pentingnya literasi sejarah sebagai fondasi dalam menciptakan karya digital yang bernilai, berdaya saing, dan memiliki pesan sosial yang kuat.

Para pemateri menyoroti bahwa generasi muda, khususnya kader perempuan PMII, memiliki peluang besar untuk menghidupkan kembali kisah pahlawan perempuan melalui medium digital.

Perubahan APBD Kota Serang 2026, Budi Rustandi Dorong Belanja Lebih Tepat Sasaran

Konten kreatif dinilai mampu menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus alat perjuangan baru di era teknologi. Dengan bekal pemahaman sejarah yang kuat, kader diharapkan tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menghadirkan narasi yang bermakna.

Sementara itu, Ketua Cabang KOPRI PMII Kota Serang, Nurul Latifah, mengapresiasi pelaksanaan Harlah KOPRI PK PMII UIN SMH Banten. Ia menilai kegiatan tersebut berjalan progresif dan melampaui agenda seremonial semata. Menurutnya, Harlah ini sarat nilai edukasi dan penguatan kader perempuan.

“Workshop yang diadakan menjadi acuan penting. Perempuan di tanah Banten bukan sekadar tokoh yang kerap terlupakan. Mereka bisa menjadi teladan bagi kader KOPRI untuk meneladani semangat perjuangan. Acara ini sangat progresif dan berisi,” ujar Nurul Latifah, Minggu, 14 Desember 2025.

Selain workshop, panitia juga menggelar berbagai lomba bernuansa edukatif dan budaya. Lomba tari, lomba orasi, serta lomba rias wajah dengan tema pahlawan perempuan Banten menjadi bagian dari rangkaian acara. Kegiatan ini menarik antusiasme kader PMII dan peserta dari berbagai latar belakang. Panitia merancang lomba sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus upaya memperkuat identitas budaya lokal di kalangan generasi muda.

Kendati demikian, Ketua KOPRI PK PMII UIN SMH Banten, Yayu Fitri, menegaskan bahwa Harlah KOPRI ke-58 merupakan momentum penting untuk konsolidasi nilai dan arah gerak organisasi.

Pesta Rakyat Cibaliung Heboh Bak Lebaran, Gubernur Banten Bidik Event Nasional

Ia menilai kader perempuan PMII harus mengambil peran strategis di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang pesat.

“Perempuan PMII hari ini harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan kreatif. Namun, mereka juga harus tetap berakar pada nilai perjuangan. KOPRI hadir untuk memastikan kader perempuan tidak tertinggal, tetapi justru menjadi penggerak perubahan,” kata Yayu.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Pelaksana Harlah KOPRI ke-58, Fitri Awaliyah. Ia menjelaskan bahwa peringatan Harlah dirancang sebagai ruang membangun harmoni, solidaritas, dan semangat kolektif di tubuh PMII UIN SMH Banten, khususnya KOPRI.

“Harlah ini kami maknai sebagai ikhtiar memperkuat solidaritas dan semangat transformasi. KOPRI harus menjadi ruang aman, progresif, dan produktif bagi kader perempuan untuk tumbuh dan berdaya,” ujar Fitri.

Melalui peringatan Harlah ke-58 ini, KOPRI PK PMII UIN SMH Banten menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan perempuan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. KOPRI berupaya menjembatani nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan dengan kreativitas digital sebagai bekal kader perempuan menghadapi masa depan.

Rektor UIN Banten Tegaskan Anggaran Tak Boleh Sekadar Habis: Setiap Rupiah Wajib Hasilkan Kinerja Nyata

Keberhasilan penyelenggaraan Harlah KOPRI ke-58 sekaligus memperkuat posisi KOPRI sebagai ruang kaderisasi perempuan PMII yang aktif, kritis, dan visioner. Semangat pahlawan perempuan Banten diharapkan terus hidup, berkembang, dan menginspirasi generasi muda untuk mengambil peran di berbagai lini kehidupan, baik di ruang sosial, budaya, maupun dunia digital.

× Advertisement
× Advertisement