Serang

Heboh Sekolah Kosong Tanpa Siswa di SDN Teras 1 Carenang Serang, Dindikbud Bongkar Fakta Sebenarnya

Gedung SDN Teras 1 Carenang Kabupaten Serang
Gedung SDN Teras 1 Carenang Kabupaten Serang

KILAS BANTEN – Kegiatan belajar mengajar di SDN Teras 1 Carenang, Kabupaten Serang, menjadi perhatian publik setelah berlangsung tanpa kehadiran siswa. Peristiwa ini memunculkan berbagai spekulasi. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memastikan tidak ada kebijakan peliburan. Proses belajar tetap berjalan sesuai jadwal.

 

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah cepat. Ia memerintahkan pengawas sekolah untuk turun ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

 

“Saya langsung perintahkan pengawas untuk mengecek ke sekolah. Hasilnya, KBM tetap berjalan. Tidak ada kebijakan meliburkan kegiatan belajar,” ujar Abidin, Jumat, 24 April 2026.

Perubahan APBD Kota Serang 2026, Budi Rustandi Dorong Belanja Lebih Tepat Sasaran

 

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa kosongnya kelas bukan disebabkan oleh kebijakan sekolah maupun kelalaian tenaga pendidik. Faktor utama berasal dari kondisi sosial di lingkungan masyarakat. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk mengikuti tradisi mengantar kepala desa yang berangkat menunaikan ibadah haji.

 

Abidin menjelaskan, tradisi tersebut sudah lama berlangsung dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga. Kegiatan itu dianggap sebagai bentuk penghormatan sekaligus kebersamaan antarwarga. Dampaknya, hampir seluruh siswa tidak hadir di sekolah pada hari tersebut.

 

Revisi Perda PUK Kota Serang Belum Dibahas, Pansus Siapkan Konsultasi ke Dua Kementerian

“Orang tua ikut mengantar kepala desa berangkat haji, dan anak-anak ikut dibawa. Itu sebabnya sekolah menjadi kosong,” jelasnya.

 

Meski tanpa siswa, para guru tetap menjalankan kewajiban mereka. Seluruh tenaga pendidik hadir di sekolah seperti biasa. Mereka tetap siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai aturan yang berlaku.

 

“Guru tetap masuk seperti biasa. Tidak ada guru yang ikut berangkat. Situasi ini murni karena siswa dibawa oleh orang tua mereka,” kata Abidin.

ASN Pemkab Serang Tumpah Ruah, Lomba HUT ke-81 RI Berlangsung Meriah, Perkuat Kekompakan dan Sinergi Antar-OPD

 

Ia mengakui, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Sekolah dituntut menjaga konsistensi kegiatan belajar, sementara di sisi lain harus menghormati tradisi masyarakat yang sudah mengakar kuat.

 

Menurutnya, pendekatan yang terlalu kaku justru berpotensi menimbulkan resistensi dari warga. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang bijak dan komunikatif agar kedua kepentingan dapat berjalan seimbang.

 

“Ini sudah menjadi tradisi masyarakat. Jika dipaksakan, bisa memicu penolakan. Namun kami tetap menegaskan bahwa kegiatan belajar harus berjalan,” ujarnya.

 

Sebagai langkah ke depan, Dindikbud Kabupaten Serang akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, pihak sekolah diminta lebih aktif memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak.

 

Abidin menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan masyarakat. Ia menilai pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan nilai sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.

 

“Ke depan akan kami pertegas. KBM harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Sekolah juga harus menyampaikan kepada orang tua bahwa pendidikan anak tidak boleh terganggu,” tegasnya.

 

Peristiwa ini juga menjadi refleksi bahwa interaksi antara budaya lokal dan sistem pendidikan perlu dikelola dengan baik. Tanpa komunikasi yang efektif, potensi gangguan terhadap proses belajar dapat terus terjadi.

 

Dindikbud berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Dengan koordinasi yang lebih baik, kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap berjalan optimal, sementara nilai-nilai kebersamaan masyarakat tetap dapat dijaga.***

× Advertisement
× Advertisement