HES Festival 2025 UIN Banten: Mahasiswa Tantang Era Deepfake via Jurnalisme Cerdas

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UIN SMH Banten antusias mengikuti Seminar Jurnalistik HES Festival 2025 di Aula Fakultas Syariah, Kamis, 6 November 2025

i

Mahasiswa UIN SMH Banten antusias mengikuti Seminar Jurnalistik HES Festival 2025 di Aula Fakultas Syariah, Kamis, 6 November 2025

Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya disinformasi dan deepfake, dua fenomena yang kini mendominasi ruang digital.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata masyarakat. Kolaborasi dan literasi digital jadi kunci,” tambahnya.

Seminar Jurnalistik: Tantangan Deepfake dan Disinformasi

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu agenda paling dinanti dalam HES Festival 2025 adalah Seminar Jurnalistik bertema “Deepfake dan Disinformasi: Tantangan Media dalam Memverifikasi Fakta.”

Topik ini dinilai sangat relevan di tengah gempuran informasi palsu dan kemajuan kecerdasan buatan (AI).

Narasumber utama, Taufik Hidayat, S.H., M.H., Editor Media Distriknews.com, menjelaskan bahwa teknologi AI membawa dampak ganda bagi dunia informasi.

“Deepfake menjadi pedang bermata dua. Teknologi ini bisa menciptakan hiburan, tapi juga mengancam keamanan dan privasi digital,” ujar Taufik.

Baca Juga  Solidaritas Tanpa Batas, Mahasiswa UIN Banten–Aceh Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Banjir Pidie Jaya

Ia mengingatkan, sejak muncul pada 2017, deepfake sering disalahgunakan untuk menyebar disinformasi, merusak reputasi publik, bahkan memicu kejahatan siber.

“Media massa kini berada di garis depan. Cek fakta yang ketat dan teknologi deteksi AI harus menjadi benteng pertama melawan hoaks,” tegasnya.

Suara Mahasiswa: Literasi Digital Jadi Tanggung Jawab Bersama

Diskusi menjadi lebih hidup ketika beberapa mahasiswa turut menyampaikan tanggapan mereka.

Mahasiswi Silkvia Margasana menyoroti maraknya video manipulatif berbasis AI yang sulit dibedakan dari video asli.

“Banyak masyarakat, terutama ibu rumah tangga, tidak sadar bahwa video yang mereka lihat adalah hasil manipulasi AI. Ini jadi tugas kita untuk memberi edukasi digital,” katanya.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”
Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif

Berita Terkait

-

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

Berita Terbaru