Hengki berharap kehadiran Brimob Polda Banten di Aceh dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Para personel akan terlibat langsung dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, hingga pengamanan wilayah agar proses pemulihan berjalan aman dan tertib.
“Brimob Polda Banten diharapkan mampu memberikan dharma bakti terbaik untuk masyarakat, khususnya saudara-saudara kita di Aceh yang saat ini terdampak bencana,” ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas. Ia menekankan pentingnya disiplin, soliditas, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional di lapangan, mengingat wilayah bencana memiliki risiko tinggi dan kondisi yang tidak menentu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jaga kekompakan, patuhi perintah pimpinan, dan utamakan keselamatan. Kita doakan seluruh personel dapat kembali dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Hengki.
Terkait masa penugasan, Hengki menjelaskan bahwa durasi tugas bersifat fleksibel. Penugasan dapat berlangsung mulai dari satu bulan hingga enam bulan, bergantung pada situasi dan perkembangan kondisi di lapangan. Kebijakan perpanjangan atau penarikan personel akan menunggu arahan dari Mabes Polri dan Korbrimob Polri.
“Untuk waktu penugasan, bisa satu bulan, dua bulan, sampai enam bulan. Semua menyesuaikan situasi dan menunggu perintah dari Mabes Polri serta Korbrimob,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan personel di lokasi bencana. Koordinasi lintas satuan Polri juga terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















