KILAS BANTEN – Upaya memperkuat literasi digital di Kabupaten Lebak terus digencarkan. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Banten kembali mengambil peran aktif melalui program AI READY yang digelar di MAN 1 Lebak, Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat menengah agar memahami kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kritis, beretika, dan bertanggung jawab.
Program AI READY merupakan bagian dari inisiatif AI READY ASEAN. Fokus utamanya adalah membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang AI sekaligus menanamkan kesadaran akan dampak sosial, etika, dan kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Mafindo menilai pelajar perlu mendapat pendampingan sejak dini agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga individu yang sadar risiko dan nilai.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Kegiatan AI READY Mafindo Banten, Ujang Ahmad, menegaskan bahwa literasi AI menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, teknologi akan terus berkembang dan tidak mungkin dihindari. Karena itu, pelajar harus memiliki kemampuan berpikir kritis serta sikap bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI.
“Literasi AI penting agar siswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami nilai dan etika dalam penggunaan teknologi,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, tanpa pemahaman etika, AI berpotensi disalahgunakan dan merugikan masyarakat.
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho. Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai alat untuk kepentingan publik. Tanpa integritas, AI justru bisa memicu persoalan baru di ruang digital.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















