Serang

Pasien Kritis Didahulukan, RSUD Kota Serang Jelaskan Mekanisme Pelayanan IGD

×

Pasien Kritis Didahulukan, RSUD Kota Serang Jelaskan Mekanisme Pelayanan IGD

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Kota Serang dr. H. A. Humariadi menjelaskan mekanisme triase dan prioritas pelayanan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD Kota Serang dr. H. A. Humariadi menjelaskan mekanisme triase dan prioritas pelayanan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

KILAS BANTEN – Pasien yang datang lebih dahulu ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) belum tentu mendapatkan pemeriksaan pertama.

Di IGD RSUD Kota Serang, prioritas pelayanan ditentukan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan dan kondisi medis pasien, bukan sekadar urutan kedatangan.

Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan pasien dengan kondisi kritis atau yang menghadapi ancaman terhadap nyawa segera memperoleh pertolongan.

Sementara itu, pasien dengan kondisi lebih stabil tetap mendapatkan pelayanan berdasarkan hasil penilaian medis dan perkembangan kondisinya.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. A. Humariadi, menjelaskan bahwa pelayanan IGD memiliki mekanisme berbeda dari layanan rawat jalan yang umumnya menggunakan sistem antrean.

“Di IGD, yang menjadi pertimbangan utama adalah kondisi pasien dan tingkat kegawatdaruratannya. Pasien yang membutuhkan pertolongan segera harus diprioritaskan demi keselamatan dan mencegah kondisi semakin memburuk,” ujar Humariadi.

Ia menegaskan, perbedaan waktu tunggu bukan berarti pasien lain diabaikan. Seluruh pasien tetap mendapatkan penilaian dan penanganan sesuai kebutuhan medis masing-masing.

Triase Jadi Penentu Prioritas RSUD Kota Serang

Sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut, pasien menjalani proses triase, yakni penilaian awal untuk mengidentifikasi tingkat kegawatdaruratan.

Dari proses tersebut, petugas medis menentukan siapa yang membutuhkan pertolongan segera dan siapa yang masih dapat menunggu dengan pemantauan sesuai kondisi klinis.

Pasien dengan gangguan kesehatan yang mengancam nyawa menjadi prioritas utama. Adapun pasien yang kondisinya relatif stabil akan ditangani berdasarkan hasil triase dan urutan prioritas medis.

Proses ini juga memungkinkan petugas menyesuaikan prioritas apabila kondisi pasien berubah.

Karena itu, pasien atau keluarga perlu segera memberi tahu petugas apabila muncul keluhan baru atau kondisi kesehatan mengalami penurunan selama menunggu.

Humariadi mengatakan, ketepatan penilaian awal menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien.

Petugas perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai keluhan, riwayat penyakit, serta perubahan kondisi agar dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Dokter Menentukan Langkah Penanganan

Setelah penilaian awal, dokter IGD melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pasien secara lebih menyeluruh.

Baca Juga  PAD Kabupaten Serang 2025 Jadi Sorotan DPRD: Pajak Hotel Nyaris Tercapai, Retribusi Pasar Anjlok

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menentukan tindakan medis, pemeriksaan penunjang, serta kebutuhan konsultasi dengan dokter spesialis apabila diperlukan.

Penanganan selanjutnya disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, kebutuhan medis, dan prosedur yang berlaku di rumah sakit.

Koordinasi antara petugas triase, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya turut mendukung kelancaran proses pelayanan.

Menurut Humariadi, komunikasi antara petugas dan keluarga pasien juga perlu berjalan baik.

Penjelasan mengenai mekanisme IGD diharapkan membantu masyarakat memahami alasan perbedaan waktu tunggu dan pentingnya penilaian kegawatdaruratan.

“Keselamatan pasien menjadi perhatian utama. Kami berharap masyarakat memahami bahwa penanganan di IGD dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, sehingga pasien yang kondisinya paling gawat bisa segera mendapatkan pertolongan,” katanya.

Pelayanan Berorientasi pada Keselamatan

RSUD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi kesehatan pasien secara terbuka kepada petugas.

Keterangan mengenai keluhan utama, riwayat penyakit, alergi obat, serta obat yang sedang dikonsumsi dapat membantu tenaga medis melakukan penilaian secara lebih tepat.

Keluarga pasien juga diharapkan mengikuti arahan petugas selama proses pemeriksaan. Apabila kondisi pasien memburuk ketika menunggu, keluarga perlu segera melaporkannya agar petugas dapat melakukan penilaian ulang.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Kota Serang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Haji Budi Rustandi, agar pelayanan publik semakin responsif dan mengutamakan kebutuhan masyarakat.

Humariadi menegaskan, rumah sakit terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas.

Penerapan triase, pemeriksaan dokter, dan koordinasi antartenaga kesehatan diharapkan memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat kegawatdaruratan.

Dengan memahami mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui alur pelayanan IGD, tetapi juga memahami bahwa prioritas penanganan ditentukan oleh kondisi medis.

Prinsip ini penting agar pasien yang membutuhkan pertolongan paling mendesak dapat segera ditangani. (ADV)