KILAS BANTEN – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Serang berlangsung penuh semangat kebangsaan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menggelar acara bertema “Santri: Jimat NKRI” di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menegaskan kembali posisi strategis santri dan pesantren sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara diisi dengan Santri Bersholawat dan Orasi Kesantrian. Sejumlah ulama, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, hingga ratusan santri dari berbagai daerah hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Selain mempererat silaturahmi, peringatan Hari Santri juga menjadi ruang memperkuat nilai keislaman dan semangat cinta tanah air.
Pesantren Tidak Hanya Mendidik, tetapi Membentuk Karakter
Inisiator Hari Santri sekaligus Ketua Umum Majelis Pesantren Salafiyah Banten, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.
Dalam orasi kesantriannya, KH Matin mengatakan keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kecerdasan intelektual. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
“Kecerdasan itu harus membawa manfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar KH Matin Syarkowi, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, kehidupan sederhana yang dijalani para santri selama menempuh pendidikan di pesantren justru menjadi proses pembentukan karakter yang kuat. Nilai disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat mengabdi terus ditanamkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Perjuangan Ulama dan Santri Sudah Berlangsung Sejak Masa Penjajahan
KH Matin juga mengulas sejarah panjang perjuangan ulama dan santri di Banten. Ia menyebut para ulama sejak masa kolonial Belanda aktif membangun kemandirian masyarakat melalui sektor perdagangan dan pertanian.
Menurutnya, pemerintah kolonial saat itu hanya melihat aktivitas tersebut sebagai gerakan ekonomi masyarakat biasa. Padahal, di balik kegiatan tersebut terdapat strategi ulama dan santri untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjadi bagian dari perjuangan melawan penjajahan.
“Sesungguhnya yang berdagang itu ulama dan santri. Mereka juga mengelola pertanian bersama masyarakat. Gerakan itu menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kehidupan sekaligus melawan penjajahan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sejarah perjuangan santri tidak hanya berlangsung di medan dakwah, tetapi juga melalui penguatan ekonomi masyarakat sebagai fondasi mempertahankan kehidupan bangsa.
Tetap Relevan Menghadapi Perubahan Zaman
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, KH Matin menilai sistem pendidikan pesantren tetap memiliki relevansi yang kuat.
Pesantren, menurutnya, mampu bertahan karena tidak hanya mengajarkan ilmu agama. Lembaga pendidikan tersebut juga membentuk etika, moral, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi penerus bangsa.
Ia pun mengajak seluruh santri untuk terus menjaga semangat perjuangan para ulama terdahulu serta memperkuat rasa cinta kepada Indonesia.
“Semangat mempertahankan NKRI harus terus diwariskan kepada para santri. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga bangsa ini di masa depan,” tegasnya.
Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Nasionalisme
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar PCNU Kota Serang bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara ulama, santri, dan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa.
Melalui tema “Santri: Jimat NKRI”, penyelenggara ingin menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak, berilmu, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Nilai-nilai itu diyakini menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.***






