Perumdam Tirta Madani Bagi Pemkot Serang, hadirnya investasi tidak hanya soal masuknya modal dan pembangunan pabrik. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar investor dapat terpenuhi.
“Tentu ada keuntungan yang diperoleh. Tetapi yang lebih penting adalah pemerintah daerah harus menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan investor agar investasi bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.
Nanang juga memastikan kebutuhan air industri nantinya tidak berasal dari pengeboran air tanah.
Menurutnya, seluruh pasokan akan menggunakan air permukaan yang dikelola Perumdam Tirta Madani sehingga tidak membebani cadangan air bawah tanah di wilayah Kasemen.
“Kita mengelola air permukaan yang sudah tersedia. Jadi bukan mengambil air bawah tanah,” tegasnya.
Disisi lain, Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang Arif Setiawan mengatakan kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun dengan kebutuhan air yang akan meningkat mengikuti perkembangan kawasan industri.
Pada tahap awal, kebutuhan air diperkirakan mencapai sekitar 500 meter kubik per bulan selama masa konstruksi. Setelah aktivitas industri mulai berjalan, kebutuhan itu diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2.500 meter kubik per bulan.
“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Untuk tahap awal saat konstruksi, distribusi yang kami siapkan sekitar 10 liter per detik,” kata Arif.
Ia memastikan pasokan air untuk kawasan industri tidak akan mengganggu pelayanan kepada pelanggan rumah tangga yang selama ini dilayani Perumdam.
Saat ini, kata Arif, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kawasan industri baru.